Titik api terpantau di area lereng gunung Ile Lewotolok dan bahkan masuk ke dalam wilayah Desa Jontona, Ile Ape Timur.
Titik api terpantau di area lereng gunung Ile Lewotolok dan bahkan masuk ke dalam wilayah Desa Jontona, Ile Ape Timur.

sergap.id, JONTANA – Setelah menghanguskan 26 rumah adat di Lewo Napaulun, Desa Bungamuda, Kecamatan Ile Ape, pada Minggu (30/8/20) kemarin, kini sumber api yang sama kembali mengancam 101 rumah adat Lewuhala, Desa Jontona, Kecamatan Ile Ape Timur, Kabupaten Lembata, Selasa (8/9/20).

Titik api terpantau di area lereng gunung Ile Lewotolok dan bahkan sudah masuk ke wilayah Desa Jontona.

Semak belukar yang tebal, kondisi angin yang kencang, serta medan terjal menyebabkan tim penanggulangan bencana kebakaran yang merupakan warga Desa Jontona dan Todanara kesulitan memadamkan api yang semakin meluas.

Yogi Making, salah seorang warga desa Jontona menjelaskan, siang tadi di kampung adat Lewuhala, terlihat puluhan warga berjaga-jaga serta membuat jalur api mengitari kampung adat, mencegah rambatan api ke area kampung adat.

Upaya pemadaman hanya semata-mata dilakukan warga setempat dibawa koordinasi pemerintah desa dan tidak tampak satu pun tim penanggulangan bencana atau pun Tim Polhut Dinas Kehutanan.

Meski demikian, informasi dari warga Desa Jontona menyebutkan, pada Minggu (6/9/20) Pemda Lembata sempat mengirim bantuan berupa air yang diangkut dengan mobil Tanki untuk disiagakan pada bak-bak penampung di kampung adat Lewohala, dan kampung adat Lamariang.

Namun hingga Selasa sore ini, kobaran api masih terus menjalar dan dikhawatirkan akan menyebar dan membakar seluruh hutan belukar dan perkebunan warga di bawah kaki gunung Ile Lewotok.

Tak cuma hutan dan perkebunan warga, kebakaran yang dikabarkan bermula di Desa Bungamuda itu, kini  mengancam 101 rumah adat milik masyarakat adat Lewuhala.

“Ini spontanitas warga dibawah koordinasi pemerintah desa Jontona dan Todanara. Tim pemadam Pemda belum terlihat disini. Tetapi, hari minggu lalu, ada kiriman air untuk ditampung pada bak penampung di kampung lama Lewuhala dan di Lamariang”, beber Yogi Making.

Hingga berita ini diturunkan, warga masih tetap berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. (Teddi)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.