Lurah Nangaroro, Yoseph Mosa
Lurah Nangaroro, Yosef Mosa

sergap.id, NANGARORO – Lurah Nangaroro, Yosef Mosa, menyayangkan komentar salah satu Ketua RT di Keluarahan Nangaroro dan Camat Nangaroro dalam berita dugaan pungli di Nangaroro yang diberitakan SERGAP pada Selasa 20 September 2022.

Berikut pernyataan Mosa yang tertuang dalam hak jawabnya yang diterima redaksi SERGAP, Selasa (20/9/22) malam:

Membaca berita yang dimuat Sergap pada 20 September 2022, dengan judul: Lurah Nangaroro Pungli, Camat: Itu orang paling kepala batu”, maka pada kesempatan ini saya Yosef Mosa, selaku Lurah Nangaroro memberikan klarifikasi sebagai bentuk hak jawab kepada publik untuk hal-hal sebagai berikut:

  1. Mengapresiasi dan mengahargai segala bentuk kontrol sosial kepada saya selaku Lurah Nangaroro dalam menjalankan tugas sebagai pelayan publik;
  2. Pengumpulan Sumbangan Partisipasi masyarakat tersebut merupakan tindakan kolektif yang melibatkan semua pemangku kepentingan dengan menjunjung tinggi asas demokrasi melalui forum musyawarah mufakat bukan inisiatif sepihak oleh saya sebagai pribadi atau sebagai Lurah Nangaroro (Bahkan saya sebagai warga masyarakat Kelurahan Nangaroro di wilayah RT.007 Aekana juga memberikan sumbangan tersebut);
  3. Komentar yang disampaikan Wirnus Turbi selaku Ketua RT.018 Konge sangat disesalkan karena selain tidak hadir memenuhi undangan kami pada saat MUSRENBANGKEL, tapi juga tidak mengindahkan keputusan musyawarah melalui forum MUSRENBANGKEL yang sudah kami sosialisasikan kepada masyarakatnya di wilayah RT.18 Konge saat kunjungan kerja;
  4. Komentar Camat Nangaroro, Gaspar Taka dalam berita terkesan sangat subyektif, selain itu Camat juga tidak hadir memenuhi undangan kami di saat kegiatan Musrenbangkel tersebut;
  5. Sumbangan Partisipasi masyarakat tersebut merupakan tindaklanjut dari hasil kesepakatan bersama dalam forum MUSRENBANGKEL Tahun 2022 yang dituangkan dalam Berita Acara Perencanaan Pembangunan Kelurahan Nangaroro, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo, Nomor: 910/BA.KEL.NRR-NGK/778/X/2021 pada tanggal 29 Oktober 2021 yang ditandatangani Ketua LPMK, mengetahui Lurah Nangaroro disaksikan oleh 67 peserta musyawarah sesuai daftar hadir, dengan menyepakati klasifikasi KK dan nilai sumbangan, sebagai berikut:
  • KK PNS = Rp. 20,000 (Dua Puluh Ribu Rupiah)
  • KK Petani (Utuh) = Rp. 15,000 (Lima Belas Ribu Rupiah)
  • KK Janda/Duda = Rp. 10,000 (Sepuluh Ribu Rupiah).

Jumlah sumbangan yang terkumpul senilai Rp. 8,778,000,- (Delapan Juta Tujuh Ratus Tujuh Puluh Delapan Ribu Rupiah), yang terkumpul secara fisik dan riil masih ada pada kami dan tidak ada niat sedikitpun untuk kami salahgunakan. KK yang mengumpulkan sumbangan sangat variatif tidak terikat pada nilai di atas dan sebagian besar KK yang tidak mengumpulkan sumbangan tersebut kami tidak memaksa;

BACA JUGA: Lurah Nangaroro Pungli, Camat: Itu orang paling kepala batu

  1. Kesepakatan untuk mengumpulkan Sumbangan Partisipasi masyarakat ini bertujuan untuk kepentingan pengamanan aset tanah kantor yang pernah dihibahkan oleh ulayat waktu itu namun tidak disertai dengan bukti penyerahan hibah, namun bukti penyerahan hibah sangat dibutuhkan sebagai persyaratan untuk proses pensertifikatan, yang untuk tahap selanjutnya akan dilakukan melalui Bagian Administrasi Pemerintahan Umum Setda Nagekeo;
  2. Sumbangan Partisipasi masyarakat tersebut juga merupakan suatu bentuk penghargaan dan ucapan terima kasih kepada ulayat yang sudah secara ikhlas menyerahkan tanah tersebut untuk kepentingan pelayanan publik;
  3. Hasil kesepakatan dalam forum musyawarah tersebut juga telah disosialisasikan secara langsung oleh saya selaku Lurah Nangaroro bersama LPMK di 21 wilayah RT untuk mendorong partisipasi masyarakat melalui sumbangan tersebut;
  4. Melalui Rapat Konsolidasi Bersama LPMK dan LPA Kelurahan Nangaroro, sumbangan partisipasi yang terkumpul oleh masyarakat tersebut akan diserahkan kepada ulayat saat penandatanganan Berita Acara Penyerahan hibah tanah, namun penandatangan Berita Acara Penyerahan hibah tersebut saat ini belum bisa dilakukan karena masih menunggu masyarakat yang mungkin masih berkehendak baik untuk mengumpulkan sumbangan tersebut;
  5. Hingga saat ini kami masih menyesuaikan waktu semua pemangku yang berkepentingan untuk melakukan penandatanganan berita acara penyerahan hibah tanah tersebut karena Bapak Paulus Pio Digo selaku Ine Mere Ame Dewa dalam kondisi sakit sejak Bulan November 2021 dan pada akhirnya meninggal dunia pada Hari/tanggal: Selasa, 16 Agustus 2022. Kami menunggu konfirmasi waktu lebih lanjut dari anak-anaknya setelah perayaan misa arwah 40 malam ayah meraka, namun pendekatan-pendekatan kepada ulayat terus kami lakukan untuk mensukseskan rencana ini.

Demikian klarifikasi ini dibuat untuk memberikan informasi sejelas-jelasnya, sebagai hak jawab dari saya terhadap berita yang dimuat dalam Sergap pada 20 September 2022, dengan judul: “Lurah Nangaroro Pungli, Camat: Itu orang paling kepala batu”. Terima kasih. (red/sg)