Kristo Loko
Kristo Loko

sergap.id, BAJAWA – Calon Bupati Ngada nomor urut 4, Kristo Loko atau KL mengakui kemenangan pasangan calon (paslon) nomor urut 2, Andreas Paru – Ray Bena (AP-RB) di Pilkada Ngada 9 Desember 2020 kemarin.

Melalui grup WhatsApp Relawan Credo pada Jumat (11/12/20 siang, KL menyampaikan ucapan terima kasih, apresiasi dan rasa hormatnya kepada masyarakat Ngada dan relawan Credo.

“Saudara-Saudari  para relawan Credo di seluruh wilayah Ngada yang telah mengorbankan waktu,  tenaga,  harta, dan kenyamanan pribadi melalui kerja-kerja politik di lapangan tak kenal lelah demi memenangkan Paket Credo pada Pilkada Ngada 09 Desember 2020. Kami sungguh merasa bangga dan terharu menyaksikan dan mengalami pengorbanan semua. Kami menyadari bahwa kami tidak sanggup membalasnya.  Kami hanya bisa mempersembahkan semuanya kepada Tuhan,  semoga Tuhan melimpahi dengan berkat berlimpah,” tulis KL.

Lanjut KL, Pilkada tanggal 09 Desember 2020 sudah kita laksanakan dan kita lalui.  Meskipun KPU Ngada belum menetapkan hasilnya, namun dari realita yang ada, kita harus dengan jiwa besar mengakui keunggulan paket Bapak Andreas Paru dan Saudara Saya Raymundus Bena (APRB)  sebagai Pemenangnya dan akan menjadi Bupati Wakil Bupati Ngada.  Sebagai petarung ksatria kita harus mengakui bahwa kita kalah. Tapi kita harus berbangga bahwa kerja-kerja politik kita tidak sia-sia sehingga kita boleh menjadi pemenang kedua dengan benar-benar mengandalkan Politik Gagasan. Terima kasih kepada rakyat Ngada yang telah memilih Credo,  meskipun kami belum diberikan mandat dan kesempatan memimpin Ngada pada periode ini. Kami tetap ada di Ngada dan membangun Ngada di medan pelayanan yang lain.

Sebagai manusia penuh kerapuhan,  kami berdua menyampaikan permohonan maaf untuk semua tutur kata,  tindakan dan sikap kami selama kegiatan konsolidasi dan kampanye yang tidak berkenan di hati para relawan dan semua rakyat Ngada.  Sekali lagi kami mohon maaf.

Pilkada memang sudah selesai.  Tetapi kami sungguh berharap bahwa ikatan silaturahmi,  persaudaraan dan kekeluargaan di antara kita sebagaimana yang terjalin akrab dan erat selama ini tetap kita pertahankan dan kita lanjutkan ke depan.  Politik ada masa waktunya tetapi persaudaraan itu yang abadi.  Mari kita tetap saling kontak dan saling berkomunikasi sebagai saudara.

Kami tahu bahwa realitas kegagalan telah membuat para relawan kecewa dan galau, bahkan sampai meneteskan air mata.  Kami sungguh memahami bahwa perasaan seperti itu sebagai ungkapan bahwa para relawan sudah bekerja dan berjuang habis-habisan dengan satu niat luhur agar kami berdua bisa jadi pemimpin Ngada periode ini.

Kami mengajak agar realita kegagalan ini tidak membuat kita saling menyalahkan atau saling mengkambinghitamkan.  Kita semua hendaknya berjiwa besar dan ikhlas menerima kenyataan kekalahan ini. Kalau ada kekurangan di sana-sini mari kita jadikan sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan. Sebagai orang beriman kita percaya bahwa semua yang terjadi adalah wujud dari rencana Tuhan.  Pasti ada hikmah positif di balik semuanya ini.  Apapun keadaannya sepahit apa pun kita harus tetap bersyukur kepada Tuhan.  Hidup bukan hanya hari ini saja.  Masih ada hari esok.  Masih ada peluang dan kesempatan ke depan.

Kita berdoa kepada Tuhan agar Tuhan tetap memberikan kepada kita kesehatan jiwa dan raga. Salam hormat dan salam Credo.

Sementara data hitung suara yang berasal dari foto formulir model C.Hasil-KWK yang dikirim oleh KPPS melalui Sirekap yang dilansir KPU Ngada melalui situs https://pilkada2020.kpu.go.id/ pada Jumat (11/12/20), pukul 21.30 Wita, menunjukan pasangan Wilfridus Muga – Herman Say (Firman) 17,4 persen, Andreas Paru – Ray Bena (AP-RB) 27,5 persen, Paulus Soliwoa – Gregporius Upi (PasGud) 17,9 persen, Kristo Loko – Eman Dopo (Credo) 18,5 persen, dan Helmut Waso – Anis Tay (HEBAT) 18,6 persen.

Presentase suara ini berasal dari 204 TPS (57,14 persen) dari total TPS yang ada di Ngada, yakni 357 TPS. (cs/cs)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here