Abrosius Nay, tim kerja Marianus Sae, saat menyerahkan berkas lamaran Marianus Sae dan diterima oleh Wakil Ketua DPD PDIP NTT Gusty Beribe di Kantor DPD PDIP NTT, Jumat (22/9/17).

sergap.id, KUPANG – Hingga kini belum ada satu pun bakal calon gubernur dan wakil gubernur NTT periode 2018 – 2023 yang mengantongi rekomendasi partai politik agar bisa langgeng menuju arena Pilgub.

Tak terkecuali Bupati Kabupaten Ngada, Marianus Sae. Namun anak yatim piatu tersebut telah melamar sebagai calon gubernur ke koalisi poros baru yang terdiri dari PKB (5 kursi), Partai Hanura (5 kursi), dan PKPI (3 kursi).

Marianus juga berpeluang diusung PDIP (10 kursi) setelah dirinya melamar dan bertemu dengan Ketua DPD PDIP NTT Frans Lebu Raya pada 15 September 2017 di Kupang, serta bertemu Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira di Jakarta pada Rabu (20/9/17).

Namun peluang tersebut tergantung hasil survei yang akan dilaksanakan PDIP pekan depan atau akhir September hingga awal Oktober 2017.

“Ya… minggu depan kita survei. Hasil survei akan dikirim ke DPP,” ujar Wakil Ketua I DPD PDIP NTT Kornelis Soi kepada SERGAP.ID, Jumat 22 September 2017.

Hal yang sama diakui Wakil Ketua II DPD PDIP NTT Gusty Beribe saat menerima berkas lamaran Marianus Sae yang diteruskan oleh DPP PDIP dan diserahkan oleh Ambrosius Nay, salah satu tim kerja Marianus Sae di Kantor DPD PDIP NTT, Jumat (22/9/17) siang.

Menurut dia, selain Marianus Sae, ada 11 lagi bakal calon gubernur dan 3 bakal calon wakil gubernur yang telah melamar ke PDIP. Namun siapa yang akan diusung PDIP di Pilgub nanti tergantung hasil survei.

“Lembaga survei mana yang akan melakukan survei nanti, akan diputuskan (ditunjuk) oleh DPP,” tegas Gusty.

Marianus Sae

Sementara itu, akademisi dari Universitas Muhammadiyah Kupang, Dr. Ahmad Atang, MSi menilai, munculnya Marianus Sae merupakan kecerdikan PKB menawarkan figur alternatif untuk menjembatani dikotomi figur tua-muda.

Dia mengatakan, Marianus Sae merupakan salah satu bupati di NTT yang sukses membangun daerah.

Dan, jika dilihat dari momentum kemunculan Marianus Sae, maka belum terlambat. Sebab partai politik belum benar-benar melakukan koalisi permanen untuk mengusung calon gubernur dan wakil gubernur. Sehingga masih ada waktu yang cukup bagi Marianus dan PKB untuk membangun lobi-lobi politik, termasuk mencari figur yang akan menjadi wakilnya.

Ambrosius Nay, menjelaskan, selain intens membangun komunikasi dengan masyarakat pemilih, Marianus Sae juga terus melakukan silaturahmi ke partai politik, baik yang ada di kabupaten, provinsi maupun pusat.

“Walau keputusan soal penetapan calon gubernur dan wakil gubernur berada di pusat, tapi pak Marianus ingin sekali menjaga hubungan baik dengan pengurus partai yang ada di daerah ini. Ini karakter Marianus. Dia ingin segala sesuatu bergerak dari bawah. Termasuk soal siapa wakilnya, pak Marianus serahkan sepenuhnya kepada partai politik yang menentukan,” ucapnya. (Robe/Antara)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.