Kapolres Nagekeo, AKBP Agustinus Hendrik Fai, SH, M.Hum.

sergap.id, MBAY – Rabu, 11 Desember 2019 lalu, kakek Markus Nula (83 tahun), warga Boasabi, RT 011, Kelurahan Dhawe, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, ditemukan tewas mengapung di sungai Aesesa.

Awalnya keluarga korban menerima kematian korban sebagai kematian yang wajar. Namun dua bulan kemudian setelah korban dikubur, keluarga mulai merasa ada yang janggal dari kematian korban.

Karena itu, mereka meminta bantuan pengacara Petrus Selestinus SH, Silvester Manis SH, Falentinus Pogon SH dan Ruben Resi SH yang berasal dari Tim Pembela Demokrasi Indonesia ( TPDI) Jakarta dan Yayasan Bina Bantuan Hukum ( YBBH) Veritas, untuk menguak misteri kematian korban.

Kepada SERGAP, Selasa (4/2/20), Silvester Nong Manis, menjelaskan, pihaknya telah diberi kuasa oleh keluarga korban untuk mengungkap kasus ini.

“Selama beberapa hari di Mbay (Aesesa), saya bersama keluarga korban mengumpulkan beberapa fakta yang tercecer. Hasil investigasi kami menemukan adanya sejumlah kejanggalan dari kematian korban,” ujar Silvester.

Kejanggalan tersebut, kata Silvester, adanya petunjuk mencurigakan yang memberi kesimpulan bahwa korban meninggal tidak wajar. Petunjuk tersebut antara lain:

  1. Lokasi atau Tempat Kejadian Perkara (TKP) bahwa korban jatuh terpeleset lalu tenggelam dan mati terbawa arus, sangatlah tidak masuk akal. Sebab kedalaman airnya sangat dangkal, tidak sampai lutut, dan di sana tidak ada bebatuan, serta lokasinya rata, tidak ada tebing.
  2. Ditemukan dua buah parang di kebun korban.
  3. Saat di rumah duka, ketika korban dimandikan oleh keluarga, di temukan tanda-tanda mencurigakan, yakni ada luka memar di bahu belakang bagian kanan, ada benjolan pada pelipis sebelah kanan, ada luka memar pada pipi bagian kanan, ada darah yang keluar lewat hidung dan telinga, ada luka di bagian dalam bibir bawah, ada luka goresan di lengan atas sebelah kanan, dan gumpalan rambut berdarah yang sudah mengering pada kepala bagian belakang.
  4. Ada orang bertingkah aneh dan mencurigakan pada hari penemuan mayat di TKP.
  5. Sebelumnya korban ditemukan meninggal, ada sengketa tapal batas tanah antara korban dengan tetangganya pada lahan milik korban yang berlokasi dekat dengan korban ditemukan meninggal.
  6. Adanya ancaman dari tetangga rumah akan membakar rumah korban.
  7. Ada telpon dari tetangga kepada anak korban yang meminta anak korban segera datang ke TKP, karena ada mayat yang ditemukan sudah meninggal. Padahal si penelpon belum tahu siapa mayat yang ditemukan itu.

“Atas dasar petunjuk awal ini, kami berkesimpulan bahwa korban mati tidak wajar, dan untuk membuktikan wajar atau tidaknya kematian korban, maka satu-satunya jalan adalah harus dilakukan otopsi terhadap jasad korban,” kata Silvester.

Keluarga Korban dan Silvester Nong Manis saat menemui Kapolres Nagekeo, Selasa (4/1/20).
Keluarga Korban dan Silvester Nong Manis saat menemui Kapolres Nagekeo, Selasa (4/1/20).

Silvester mengaku, timnya bersama keluarga korban telah menemui Kapolres Nagekeo, AKBP Agustinus Hendrik Fai, SH, M.Hum untuk meminta secara resmi agar korban diotopsi.

“Suratnya sudah diterima langsung oleh Bapak Kapolres,” ucapnya.

AKBP Agustinus pun membenarkan apa yang disampaikan Silvester.

“Ya barusan saya didatangi oleh keluarga almarhum didampingi kuasa hukumnya. Keluarga melalui kuasa hukumnya menyerahkan surat permohonan otopsi. Dalam dialog, keluarga meminta kami menyelidiki kasus ini, karena menurut mereka, korban meninggal tidak wajar,” ujar Agustinus saat ditemui SERGAP di ruang kerjanya, Selasa (4/2/20) siang.

Kapolres Nagekeo, AKBP Agustinus Hendrik Fai, SH, M.Hum bersama Kepala Biro SERGAP Flores - Lembata, Sherif Goa.
Kapolres Nagekeo, AKBP Agustinus Hendrik Fai, SH, M.Hum bersama Kepala Biro SERGAP Flores – Lembata, Sherif Goa.

Menurut Agustinus, pihaknya akan segera menurunkan tim penyelidik guna mencari bukti-bukti kematian korban.

“Polisi akan bekerja secara profesional, agar kasus ini cepat terungkap, dan menjadi terang benderang,” imbuhnya. (sg/sg)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.