Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Nagekeo, Elias Tae.
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Nagekeo, Elias Tae.

sergap.id, MBAY – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagekeo terus memaksimalkan potensi kelautan sebagai sektor andalan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Demikian disampaikan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Nagekeo, Elias Tae, kepada SERGAP,  (14/1/21) diruang kerjanya.

“Ada tiga sektor yang selama ini kita kembangkan, yakni budidaya dan penangkapan ikan, serta garam rakyat. Ini di wilayah pesisir utara dan selatan,” ujarnya.

Elias menjelaskan, di sektor periknanan yang sedang dilakukan saat ini adalah budidaya ikan air tawar dan air payau, serta garam rakyat yang pengolahannya secara tradisional.

“Saat ini kita fokus di wilayah pesisir, khususnya di wilayah utara Nagekeo,” ucapnya.

Kata Elias, potensi lain yang sedang dikembangkan saat ini adalah budidaya rumput laut dan ikan kerapu yang sementara dikerjakan oleh PT. Marga Prima Nusantara bekerjasama dengan koperasi Mitra Bahari Nagekeo.

“Rumput laut dan ikan kerapu saat ini sudah berjalan. Untuk pemasarannya menjadi tanggung jawab PT. Marga Prima Nusantara,” tegasnya.

Menurut Elias, seluruh biaya budidaya rumput laut dan ikan kerapu ditanggung oleh PT. Marga Prima Nusantara.

Untuk budidaya rumput laut telah disediakan lahan sebesar 50 hektar yang lokasinya berada di Desa Nggolonio, Kecamatan Aesesa.

Sementara untuk budidaya ikan kerapu lokasinya di perairan Nangateke, Desa Aeramo, Kecamatan Aesesa, dengan jumlah keramba sebanyak 16 unit, dan per unit bisa menampung 300 sampai 400 ekor benih ikan kerapu.

“Untuk saat ini pembiayaan murni dari perusahaan bersama mitra. Sedangkan Dinas hanya sebagai fasiliator, baik dari aspek sosial, teknis, maupun administrasi (perijinan),” ujar Elias.

Elias mengatakan, dampak dari investasi budidaya rumput laut dan ikan kerapu ini diharapkan dapat berpengaruh positif bagi perekonomian masyarakat pesisir, terutama dalam urusan penyerapan tenaga kerja.

“Untuk perikanan darat, kita dari dinas memfasilitasi pembangunan kolam dan tambak untuk ikan air tawar dan payau, serta udang. Tahun ini (2021) anggaran untuk pengadaan benih dan pakan ikan air tawar sebesar 150 juta, sumber dananya dari APBD II Nagekeo,” katanya.

“Selain itu, dinas juga menyiapkan dana untuk pengembangan Unit Pembenihan Rakyat (UPR) ikan air tawar yang lokasinya di Kecamatan Boawae dengan dana yang disiapkan sebesar Rp 400 juta dari APBD II. Sedangkan untuk sektor garam, akan dikembangkan pada tambak garam rakyat di desa Tonggurambang (Kecamatan Aesesa), Desa Tendakinde, Anakoli dan Totomala (Kecamatan Wolowae). Untuk usaha garam rakyat, dinas telah mengalokasikan dana sebesar Rp 100 juta untuk pengadaan mesin isap yang kemudian kita serahkan kepada kelompok usaha garam rakyat,” pungkasnya. (sg/sg)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here