Kepala Kejaksaan Negeri Bajawa, Ade Irawan, SH, saat memberi keterangan kepada wartawan di Kantor Kejaksaan Negeri Bajawa di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Ngedukelu, Bajawa, Ngada, Rabu (04/11/2020) siang.
Kepala Kejaksaan Negeri Bajawa, Ade Irawan, SH, saat memberi keterangan kepada wartawan di Kantor Kejaksaan Negeri Bajawa di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Ngedukelu, Bajawa, Ngada, Rabu (04/11/2020) siang.

sergap.id, BAJAWA – Berdasarkan hasil penyelidikan Kejaksaan Negeri Bajawa telah ditemukan adanya penyalahgunaan keuangan Covid-19 tahun 2020 di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Nagekeo.

“Per tanggal 2 Oktober 2020, berdasarkan pengaduan masyarakat, kami melakukan penyelidikan di dua dinas yakni Dinas Kesehatan dan BPBD Kabupaten Nagekeo,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri Bajawa, Ade Irawan, SH, kepada wartawan di Kantor Kejaksaan Negeri Bajawa di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Ngedukelu, Bajawa, Ngada, Rabu (04/11/2020) siang.

Ade menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan, ditemukan perbuatan melanggar hukum berkaitan dengan kegiatan pengadaan perbekalan (APD) kesehatan Covid-19 di Dinas Kesehatan Kabupaten Nagekeo.

Tim penyelidik telah memeriksa atau mengambil keterangan dari 10 orang saksi yang terdiri dari para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkab Nagekeo dan rekanan.

Status kasus ini pun telah ditingkatkan dari tahap penyelidikan ke penyidikan.

“Berdasarkan hasil expose tim penyidik disimpulkan untuk kasus pengadaan APD, tahapannya dari penyelidikan ke penyidikan,  guna mencari alat bukti dan menetapkan calon tersangka yang telah melakukan perbuatan melawan hukum yang menimbulkan kerugian keuangan negara di tengah pandemi Covid-19 dengan ancaman hukuman mati,” tegas Ade.

Ade berharap masyarakat dan insan media bersama-sama mengawal dan memberikan informasi serta mendukung Kejaksaan Negeri Bajawa agar proses hukum kasus dugaan korupsi dana Covid-19 ini berjalan aman dan lancar. (sg/sg)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.