Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Kabupaten Nagekeo, Ignasius Sengsara.
Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Kabupaten Nagekeo, Ignasius Sengsara.

sergap.id, MBAY- Dugaan nepotisme kembali terjadi pada tender paket proyek pemeliharaan ruas jalan Aemali-Danga senilai Rp 500 juta yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun Anggaran 2020. Salah satu kontraktor atau rekanan menuding Kelompok Kerja (Pokja) Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Nagekeo tidak profesional menjalankan proses tender.

Iren Mola, kontraktor asal Kecamatan Boawae, Nagekeo, mengatakan, Pokja ULP tidak menjalankan secara benar Keputusan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan Peraturan LKPP Nomor 9 tahun 2018 tentang Pedoman Pelaksanan Barang/Jasa melalui penyedia ini bertujuan agar, pengadaan barang/jasa instansi Pemerintah dapat dilaksanakan dengan efektif dan efisien, dengan prinsip persaingan sehat, transparan, terbuka, dan perlakuan yang adil.

“Pokja ULP tidak mengindahkan aturan. Ada kesan bahwa kami sengaja dikalahkan secara sepihak, karena kami tidak tahu letak kesalahan kami ada dimana. Ini aneh,” ucap Iren kepada SERGAP, Selasa (18/8/20).

Iren menjelaskan bahwa pihaknya mengikuti tender paket Aemali-Danga, dan dokumen pelelangan dibuka pada 28 Juli sampai 3 Agustus 2020 dan diupload penawaran pada tanggal 4 Agustus 2020.

Dalam proses pemasukan/upload Dokumen, CV. Nirwana Citra Abadi dinyatakan lolos dalam pembukaan dokumen dan menjadi peserta tunggal dari 48 rekanan yang ikut mendaftar, serta Pokja menentukan bahwa pada tanggal 7 Agustus 2020 pembuktian kualifikasi.

Anehnya  7 Agustus 2020 pukul 00:00 – 08.00 Wita, tidak ada undangan untuk melakukan pembuktian kualifikasi.

Tiba-tiba kurang lebih pukul 09.00 Wita, Pokja mengeluarkan notifikasi pemberitahuan pengunduran jadwal pembuktian kualifikasi sampai tanggal 10 Agustus 2020 dengan alasan belum selesai melakukan evaluasi dan jadwal di website Pokja kembali dari jadwal Pembuktian kualifikasi ke evaluasi dokumen teknis dan administrasi serta harga.

Namun pada tanggal yang sama, yakni tanggal 7 Agustus 2020, pada paket berbeda di Bina Marga, yakni pekerjaan peningkatan jalan Funga-Watusaju, Pokja mengeluarkan undangan pembuktian kualifikasi tanggal 10 Agustus 2020 untuk beberapa perusahaan yang mengikuti tender.

“Saya mengetahui hal ini karena saya ikut  tender di paket tersebut menggunakan bendera CV Bina Persada dan di undang pembuktian tanggal 10 Agustus 2020,” ujarnya.

Menurut Iren, anehnya evaluasi peserta tender paket Aemali-Danga yang hanya satu peserta menjadi lebih lama dibandingkan dengan paket Funga- Watusaju yang diikuti lebih 5 peserta.

“Perlu di pertanyakan sistem evaluasi seperti apa yang dipakai Pokja, jangan sampai ada paket yang dilelangkan setelah paket Aemali – Danga lebih dahulu menerima undangan pembuktian kualifikasi,” timpalnya.

Kata Iren, tanggal 10 Agustus 2020 pukul 01.00-15.00 Wita sesuai jadwal Pokja untuk pembuktian kualifikasi, CV Nirwana Citra Abadi belum menerima undangan untuk pembuktian kualifikasi.

“Pukul 15.50 Wita saya  minta adik (Perwakilan CV Nirwana) menanyakan ke Pokja kenapa tidak diundang, jawaban Pokja bahwa satu atau dua hari baru dikasi undangan. Tapi tepat jam 15:18 Wita Pokja mengeluarkan notifikasi pemberitahuan pengunduran jadwal Pembuktian kualifikasi sampai pukul 17:00 wita. Saya terima inbox di email perusahaan pukul 15:22 wita undangan pembuktian kualifikasi paket Aemali Danga  pukul  16:00-17.00 Wita. Baru terjadi lelang paket hanya diundang 1 jam untuk melakukan pembuktian kualifikasi, ada apa ini?,” sergahnya.

Iren mengaku, perwakilan perusahaan sedang melakukan evaluasi di Pokja, karena jadwalnya baru berubah.

Anehnya, di detail paket setelah pembuktian, baru muncul lulus untuk administrasi dan teknis 1 peserta, sementara pembuktian sudah di lakukan. Di Pukul 15:33 WITA tampilan di Website LPSE paket Aemali-Danga tidak ada jadwal tahapan. Paket tersebut dinilai gagal karena yang mengikuti tender oleh panitia dinyatakan dokumennya tidak lengkap dan di tender ulang.

Dan, pada jam 16: 02 WITA sementara pembuktian muncul notifikasi jadwal pembuktian Aemali-Danga. Pukul 17:02 WITA di Paket Aemali-Danga muncul notifikasi pemberitahuan tahapan penetapan pemenang, dan di pukul 17:15, paket Aemali-Danga hilang dari website LPSE. Pukul 17:17 Wita perusahaan mendapat Email dari LPSE yang menyatakan bahwa paket pemeliharaan Jalan Aemali-Danga dinyatakan gagal lelang dengan alasan tidak ada peserta yang memenuhi kualifikasi.

Di tempat berbeda, saat ditemui SERGAP pada Rabu (19/8/20), Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Kabupaten Nagekeo, Ignasius Sengsara, mengatakan, yang melakukan komplain seharusnya orang yang namanya ada di dalam perusahaan yang ikut tender paket Aemali- Danga.

“Sebab dari 48 rekanan yang ikut mendaftar, hanya satu rekananan saja yang ikut sampai selesai. Kami berperoses sudah sesuai dengan regulasi yang ada. Seharusnya yang komplain itu pihak perusahaan yang ikut, sejauh ini pihak perusahaan yang ikut tender tidak komplain. Untuk paket Aemali- Danga, kita lakukan tender ulang, karena saat pembuktian ada beberapa dokumen yang tidak lengkap. Kami tidak mau masuk penjara, jangan karena sisa satu rekanan, lalu kita kasi menang, padahal dokumennya tidak lengkap”, katanya. (sg/sg)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.