Truk bermuatan 5 ton mangan dari Desa Sumlili, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, yang ditahan aparat di jalur 40, Kota Kupang, Kamis (28/5/20) siang.
Truk bermuatan 5 ton mangan dari Desa Sumlili, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, yang ditahan aparat di jalur 40, Kota Kupang, Kamis (28/5/20) siang.

sergap.id, KUPANG –  Sejak April 2020, PT Satwa Lestari Permai atau SLP melakukan penambangan batu mangan di wilayah Kabupaten Kupang.

Direktur PT SLP, Stenly Jaya Pranata, mengaku, kegiatan penambangan yang mereka lakukan saat ini telah mendapat ijin dari Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat.

“Diberikan ijin operasional oleh Bapak Gubernur pada bulan Februari 2020, setelah kita masukan jaminan kerusakan lingkungan senilai Rp 15 miliar di Bank NTT,” ujar Stenly kepada wartawan saat aparat menahan satu unit truk pengangkut 5 ton mangan dari Desa Sumlili, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, di jalur 40 Kupang, Kamis (28/5/20) siang.

Menurut dia, PT SLP merupakan satu-satunya perusahan mangan yang memenuhi syarat dan telah mendapat ijin dari Viktor Bungtilu Laiskodat.

“Baru satu perusahaan yaitu kami punya di Kabupaten Kupang yang diberikan ijin oleh Bapak Gubernur. Kita yang paling siap, karena kita punya pabrik pengolahan (mangan) di Takari,” ucapnya.

Stenly menjelaskan, selain memiliki ijin, pihaknya juga memiliki rekomendasi tertulis dari Gubernur.

“Kita punya rekomendasi tertulis dari Pak Gubernur,” tegasnya.

Kata Stenly, perusahaannya bergerak di bidang penambangan, pengolahan, pengangkutan, dan produksi.

“Dengan izin itu perusahaan bisa melakukan kegiatan penambangan, pengangkutan dan penjualan di dalam wilayah NTT. Kita tidak boleh kirim keluar NTT tanpa ada IUP PK. Jadi, ijin yang diberikan itu adalah IUP OP yang meliputi penambangan, pengangkutan dan penjualan di dalam wilayah NTT. Tidak bisa keluar,” bebernya.

Namun, kata Stenly, setelah mendapat rekomendasi Gubernur, pihaknya telah mengirim 240 ton mangan ke Surabaya sebagai uji coba produksi untuk kemudian diproduksi di Kupang.

“Ini yang dimaksud Bapak Gubernur untuk kita join, dan menyiapkan material di Kupang meliputi nikel dan mangan. Kita akan buat di Kupang nanti,” imbuhnya.

Menurut dia, investasi produksi mangan di Kupang dibutuhkan sedikitnya dana sebesar Rp 250 milyar.

Sebelumnya Viktor Bungtilu Laiskodat mengeluarkan Peraturan Gubernur tentang moratorium tambang bernomor: 359/KEP/HK/2018 tentang Penghentian Sementara Pemberian Izin Usaha Pertambangan Mineral dan Batu bara.

Dalam peraturan tersebut ditegaskan semua Izin Usaha Pertambangan eksplorasi dan eksploitasi untuk logam dan non logam diberlakuan untuk dievaluasi. Sedangkan izin usaha pertambangan untuk bebatuan tetap berjalan sambil terus dievaluasi.

Jangka waktu moratorium ini selama satu tahun dan dimungkinkan diperpanjang. (tm/tm)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.