Kepala Rutan Klas II B Kupang, Yohanis Varianto.
Kepala Rutan Klas II B Kupang, Yohanis Varianto.

sergap.id, KUPANG – Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Klas II B Kupang, Yohanis Varianto, memastikan di Rutan Kupang tidak ada pungli.

“Ya, saya jamin tidak ada lagi. Kalau pun misalnya ada, silahkan untuk memberitahu. Makanya mengapa kami membuat layanan pengaduan? Supaya masyarakat bisa ikut membantu, supaya kita betul-betul disini untuk bersih. Jadi, dengan adanya layanan-layanan yang sudah kami siapkan, masyarakat bisa memberitahu, misalkan ada aduan dari dalam atau layanan-layanan kita ada yang kurang, kita akan benahi. Bukan berarti ini akan berubah drastis, kita harus pelan-pelan, karena merubah sesuatu itu butuh proses,” ujar pria asal Maumere, Kabupaten Sikka, yang baru tiga bulan menjabat sebagai Kepala Rutan Kupang ini kepada SERGAP di kantornya, Kamis (28/5/20).

Varit yang sebelumnya bertugas di Nusa Kambangan itu, menjelaskan, pengresmian Layanan Terpadu di Rutan Klas II B Kupang yang dilakukan oleh Kakanwil Kemenkumham NTT, Merciana Djone, pada Kamis (28/5/20) kemarin, merupakan, layanan yang bertujuan melayani masyarakat secara maksimal.

“Dulu belum ada layanan seperti ini, sekarang diketatkan untuk meraih predikat WBK (Wilayah Bebas Korupsi). Kami punya komitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Dulu mungkin kurang maksimal, tapi sekarang kami berusaha memberikan yang terbaik. Ada ruang yang kami sediakan, masyarakat bisa datang dan memberikan pengaduan atau informasi  apa pun yang berkaitan dengan masalah warga binaan,” katanya.

Menurut dia, saat ini Rutan Kupang menampung tahanan dan narapidana sebanyak 262 orang, terdiri dari 180 tahanan dan 82 narapidana.

Sementara tahanan dan narapidana kasus korupsi yang berasal dari seluruh kabupaten/kota di NTT sebanyak 79 orang, terdiri dari 41 narapidana, dan 38 tahanan.

“Narapidana dan tahanan terkait kasus  Tipikor (Tindak Pidana Korupsi) ini bukan hanya berasal dari Kota Kupang saja, tapi dari seluruh wilayah NTT. Ada juga yang berasal dari Jakarta. Tapi semua kasus mereka ini diputuskan di Pengadilan Tipikor Kupang,” pungkasnya.

BACA JUGA: Merciana Djone: di bawah kepemimpinan saya, tidak boleh ada Pungli

Sebelumnya, Kakanwil Kemenkumham NTT,  Marciana Djone, mengingatkan Kepala Rutan Kupang dan seluruh Kepala Lembaga Pemasyarakatan di NTT untuk tidak melakukan pungutan liar atau pungli.

Peringatan ini disampaikan Merciana saat meresmikan Layanan Terpadu di Rutan Klas II B Kupang pada Kamis (28/5/20) siang.

“Tidak ada lagi pungutan liar di kantor ini. Kalau era masa lalu sudah berlalu. Saya minta di bawah kepemimpinan saya tidak ada lagi pungutan liar, tidak ada lagi napi emas dan napi tidak emas di kantor ini. Kalau sampai ada pungli maka lapor dan saya akan bentuk tim melakukan pemeriksaan. Saya sudah tekankan pada Kadivmin dan Kadiv Pemasyarakatan lakukan itu. Kalau tidak periksa, tidak ada perbaikan, maka Ka Rutan saya yang periksa. Tidak ada lagi pungli, saya tekankan sekali lagi di Rutan ini tidak ada anak emas dan anak tidak emas, tidak ada napi istimewa dan napi tidak istimewa. Itu yang saya minta. Tidak hanya layanan, tapi perilaku anda semua menentukan layanan ini akan baik atau tidak.  Kalau perilakunya masih standar-standar saja, tidak ada perubahan walaupun kalian tadi menari di sini, yel-yel setiap pagi “kami pasti”, tapi tidak memahami makna “pasti”, maka sia-sia saja layanan yang kita resmikan hari ini,” tegasnya.

“Saya mohon tidak ada lagi kekerasan verbal dikantor (Rutan) ini, tidak ada kekerasan fisik dan non fisik. Terutama kekerasan verbal, ketika anda mengeluarkan kekerasan verbal, orang langsung merasa sakit dan luka. Untuk sakit kekerasan verbal itu akan sulit dilupakan,” tutupnya. (cis/ns)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.