Kapolres Nagekeo, AKBP. Agustinus Hendrik Fai, SH. M.Hum, saat meninjau Biara Susteran FMM di Watuapi, Desa Totomala, Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo, yang terbakar pada Kamis (4/3/21) dini hari, sekitar pukul 02.00 Wita.
Kapolres Nagekeo, AKBP. Agustinus Hendrik Fai, SH. M.Hum, saat meninjau Biara Susteran FMM di Watuapi, Desa Totomala, Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo, yang terbakar pada Kamis (4/3/21) dini hari, sekitar pukul 02.00 Wita.

sergap.id, MBAY – Suster Maria Zakaria Tukinem yang menjadi korban meninggal dalam kebakaran Biara Susteran FMM di Watuapi, Kabupaten Nagekeo, akan dikubur di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Wolobobo, Kabupaten Ngada.

Almarhuma merupakan kelahiran Banyuwangi, Jawa Timur, 5 Juli 1967.

Ia menjalani pra novisiat di Jakarta pada 3 Juli 1993, dan novisiat 15 Juli 1993.

Profesi pertama dijalani di Bogor 13 Juli 1997, dan profesi kekal 6 Juli 2003.

Sebelum bertugas di Watuapi, suster yang dikenal baik hati ini pernah berkarya di Soa (Kabupaten Ngada), Jogjakarta, Bogor, dan Pagal.

Kini jasad Suster Maria telah di bawa ke Bajawa, ibu kota Kabupaten Ngada, dan disemayamkan di Aula Biara FMM Bajawa.

BACA JUGA: Biara Susteran Terbakar, Jasad Suster Hangus

Rencananya Suster Maria akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Wolobobo, sebuah bukit yang dikenal sebagai negeri di atas awan yang terletak di Desa Turekisa, Kecamatan Gelowa Barat, Kabupaten Ngada.

Informasi tersebut diperoleh SERGAP dari Suster Maria Fransisko, FSGM, teman seprofesi almarhum yang kini bertugas di Lampung. (sg/sg)

1 COMMENT

  1. Mohon maad sr. Maria bukan dimakamkan di Wolobobo tetapi di Wolobaja, Bajawa pada hari ini 5 Maret 2021. Mohon maaf utk kekeliruan yg terjadi. Terima kasih

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here