Biara Susteran FMM Watuapi terbakar Kamis (4/3/21) dini hari, sekitar pukul 02.00 Wita.
Biara Susteran FMM Watuapi terbakar Kamis (4/3/21) dini hari, sekitar pukul 02.00 Wita.

sergap.id, WATUAPI – Biara Susteran FMM yang teletak di jalan trans utara Flores ruas Mbay – Maumere, persisnya di kampung Watuapi, Desa Totomala, Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo, dilalap si jago merah pada Kamis (4/3/21) dini hari, sekitar pukul 02.00 Wita.

Akibat kebakaran ini, Suster Kepala FMM Watuapi, Maria Zakaria Tukinem, FMM, meninggal dunia.

Kapolres Nagekeo, AKBP. Agustinus Hendrik Fai, SH. M.Hum, melalui Kasat Reskrim Polres Nagekeo, Iptu. Mahdi Ibrahim, SH, menjelaskan, biara yang terbakar itu berukuran 6×8 meter persegi dan korban meninggal berumur 53 tahun.

Dalam kasus kebakaran ini, ada tiga penghuni biara yang telah diambil keterangannya oleh polisi, yakni Suster Maria Magdalena Woli, FMM (51 thn), Suster Hildegardis Dadi, FMM (28 tahun), dan Yoseph Fernandes Dhae (42 thn), aparat Desa Totomala.

Kepada polisi, Suster Maria Magdalena Woli, mengatakan, sekitar pukul 02.00 Wita ia terbangun karena kaget mendengar suara teriakan korban dan ia langsung  menuju ke kamar korban.

Dari luar Suster Maria melihat nyala api di dalam kamar korban, namun pintu kamar korban dalam keadaan terkunci.

Suster Maria sempat mendorong pintu dengan cara menendang, namun pintu tak bisa dibuka. Dia lantas berlari ke luar rumah sambil berteriak minta tolong.

Tak lama berselang datanglah Yoseph Fernandes Dhae bersama masyarakat setempat dan berusaha menjebol jendela di kamar korban, serta berusaha memadamkan api dengan alat seadanya. Tapi karena nyala api makin membesar dan telah mencapai plafon rumah, akhirnya upaya itu tak berhasil.

Setelah kebakaran, Suster Maria Zakaria Tukinem ditemukan sudah tak bernyawa. Saat dievakuasi, kondisi jasadnya dalam keadaan  hangus terbakar, tulang kering terpisah dari badan, tangan kiri hilang karena hangus terbakar,  dan kepalanya hanya tinggal tengkorak.

“Rumah itu dihuni oleh 4 orang suster FMM dan mereka menempati kamar yang berbeda- beda, dan ketika kebakaran, salah satu suster atas nama Suster Martina sedang tidak berada di tempat. Dia sedang ke Bajawa (ibu kota Kabupaten Ngada),” ujar Mahdi kepada SERGAP, Kamis (4/3/21).

BACA JUGA: Suster Korban Kebakaran Biara FMM Dikubur di Wolobobo

Menurut dia, penyebab kebakaran tersebut belum bisa disimpulkan secara pasti. Namun para saksi mengatakan, korban memiliki kebiasaan mencas handphonenya, karena baterai hpnya selalu lowbat. Selain itu di kamar korban terdapat patung dan lilin.

Ketika terjadi kebakaran, kemungkinan korban bersikap pasrah. Karena dia tidak bisa menyelamatkan diri sendiri. Itu karena korban menderita mata rabun.

Selain satu nyawa melayang, sejumlah dokumen penting milik biara juga ikut terbakar, diantaranya sertifikat tanah, ijasah, KTP, serta barang barang kudus. (sg/sg)

1 COMMENT

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here