Jasad Kristina saat dievakuasi dari Villa San Salvatore menuju RSUP Sanglah.
Jasad Kristina saat dievakuasi dari Villa San Salvatore menuju RSUP Sanglah.

sergap.id, DENPASAR – Kristina Deu Ngai, umur 24 tahun, warga Desa Piga, Kecamatan Soa, Kabupaten Ngada, Provinsi NTT, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di sebuah villa bernama San Salvatore yang terletak di jalan Anyar, lingkungan Anyar Kaja, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, Senin (6/9/21).

Kristina dilaporkan tidak keluar kamar sejak Sabtu (4/9/21) atas permintaan sendiri, karena ingin istirahat di hari liburnya.

Kasi Humas Polres Badung, Iptu. Ketut Sudana, menjelaskan, berdasar keterangan teman korban bernama Nunung Nurhayati, umur 53, bahwa pada hari Sabtu (4/9/21), Kristina berpesan padanya untuk tidak mengganggu ‘Jangan bangunkan saya dihari Sabtu atau Minggu ketika saya libur’.

“Besoknya (Minggu 5/9/21), setelah dipesankan seperti itu, saksi yang dari pagi hingga malam di TKP tak melihat korban keluar kamar, dan dia tidak menggangu sesuai pesan,” ujar Sudana seperti dikutip SERGAP dari baliexpress.jawapos.com.

Hingga Senin (6/9/21), Nurhayati diberitahu oleh sekuriti vila bernama Satuki bahwa korban sama sekali tak menyahut saat dipanggil, maupun saat jendela kamarnya diketuk.

Nurhayati kemudian menyuru Satuki untuk mencongkel jendela kamar wanita malang itu.

Keduanya terkejut saat mendapati Kristina yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga itu dalam posisi telungkup. Badannya sudah kaku dan membengkak. Peristiwa ini langsung dilaporkan ke pihak berwajib.

Dari hasil pemeriksaan petugas, hidung korban keluar darah, namun tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh Kristina.

Kini jenazahnya telah dievakuasi ke RSUP Sanglah guna pemeriksaan lebih lanjut.

“Penyebab meninggalnya korban masih diselidiki,” kata Sudana.

Kanit Reskrim Polsek Kuta Utara, Iptu Made Purwantara, menambahkan, Kristina meninggal karena sakit berdasarkan hasil pemeriksaan fisik luar.

“Sakit dia. Namun, kita belum mengetahui secara pasti penyakitnya apa,” katanya.

Terkait penanganan jenazah, Made mengaku telah dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19.

“Untuk antisipasi, penanganannya selalu menerapkan prokes,” pungkasnya. (el/je)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here