Kadis PK NTT, Linus Lusi, mengapresiasi SMAK Giovanni yang telah memiliki media online sendiri, yakni MediatorGivans.com sebagai bentuk implementasi kegiatan literasi.
Kadis PK NTT, Linus Lusi, mengapresiasi SMAK Giovanni yang telah memiliki media online sendiri, yakni MediatorGivans.com sebagai bentuk implementasi kegiatan literasi.

sergap.id, KUPANG – Literasi di sekolah tidak boleh lift service, namun harus benar-benar membumi sehingga seluruh elemen yang terdiri dari guru dan siswa menghasilkan sebuah produk, seperti buku, dan karya ilmiah yang diterbitkan oleh media massa yang secara umum dapat mencerdaskan masyarakat literasi.

Demikian disampaikan Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan (PK) Provinsi NTT, Linus Lusi, dalam acara pembukaan workshop Penyusunan Perangkat Pembelajaran (P3) di SMAK Giovanni Kupang, Rabu (21/7/2021) pagi.

Linus Lusi juga mengapresiasi SMAK Giovanni yang telah memiliki media online sendiri, yakni MediatorGivans.com sebagai bentuk implementasi kegiatan literasi.

“Saya harap SMAK Giovanni dapat meningkatkan kegiatan penelitian ilmiah bagi para guru, serta meningkatkan kualitas kegiatan kelompok ilmiah remaja dan produknya disimpan di ruang perpustakaan. Dengan demikian SMAK Giovanni Kupang akan menjadi sebuah laboratorium mini di dalam adaptasi adopsi oleh siapa pun yang datang studi banding, sehingga literasi dapat menjadi model di sekolah ini,” imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut, Kepala SMAK Giovanni Kupang, Romo Stef Mau, menyerahkan cinderamata kepada Linus Lusi, berupa 3 buah buku terbitan tahun 2020 sebagai produk pembelajaran dan literasi selama masa pandemi covid 19, dan rencananya akan launching pada HUT provinsi NTT tahun ini seperti apa kata Linus Lusi. (nes/mgc)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here