Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Ngada, Tedi Nono
Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Ngada, Tedi Nono.

sergap.id, BAJAWA – Sebanyak 100 sampel dari 184 sampel swab (tenggorokan dan hidung) yang diambil dari 92 orang hasil penelusuran kontak pasca Kristo Loko terkonfirmasi positif Covid-19, dinyatakan negatif. Sementara 84 sampel lainya belum ada hasil, karena masih diperiksa di Laboratorium Biologi Molekuler RSUD Prof. Dr. WZ  Yohanes Kupang.

“50 negatif, 40 belum ada hasil. Termasuk 74 sampel milik anggota TNI (yang baru selesai pendidikan dan ditugaskan di Ngada) belum ada hasil,” ujar Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Ngada, Tedi Nono, kepada SERGAP di Kupang, Jumat (25/9/20) malam.

Menurut Tedi, sebagian dari 100 sampel yang dinyatakan negatif tersebut berasal dari para relawan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Ngada periode 2020-2024, Kristo Loko dan Eman Dopo (CREDO) yang sempat menjalani karantina terpusat di pusat karantina Turekisa, Ngada.

“Sampel sebagiannya dari Turekisa. Sebagiannya lagi dari karantina mandiri. Ini hasil tracing contact yang kita lakukan. Tapi semua yang di Turekisa itu sudah dipulangkan (ke rumah masing-masing), karena sampel swabnya negatif,” ucapnya.

Pasca Pit Ngabi dan Kristo Loko terkonfirmasi positif Covid-19 serta Gugus Tugas Penanganan Covid 19 melakukan tracing contact terhadap orang-orang yang pernah kontak fisik dengan Pit Ngabi dan Kristo Loko, Bupati Kabupaten Ngada Paulus Soliwoa langsung menerbitkan larangan pesta sampai tengah malam bagi seluruh masyakat Ngada.

“Pesta hanya sampai jam 6 sore. itu pun harus pakai masker dan jaga jarak. Ini wajib untuk mencegah terjadinya transmisi lokal. Perbup ini akan kita sesuaikan dengan keadaan (covid) kita. Yang kita takutkan adalah adanya penambahan jumlah orang positif corona. Mudah-mudahan sampel yang tersisa ini semuanya negatif,” ujar Soliwoa, berharap.

Soliwoa pun meminta seluruh masyarakat Ngada untuk aktif mencegah Covid-19 dengan tertib pakai masker, jaga jarak, cuci tangan selalu, jaga kesehatan lingkungan sekitar, dan hindari kerumunan.

“Karena kalau ada tambahan positif lagi (di Ngada), maka pusing kita. Karena itu kita harus kerjasama cegah corona,” pungkasnya. (sic/sic)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.