Ketua DPRD Nagekeo, Marselinus Adjo Bupu.

sergap.id, MBAY – Anggota DPRD Kabupaten Nagekeo, Yakobus Susu, dipecat dari PDIP. Akibatnya, keberadaan Yakobus di DPRD tanpa fraksi PDIP. Dia bakal diganti oleh Robert Raga, salah satu pengurus PDIP di Nagekeo.

Namun proses Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPRD tersebut masih menunggu persetujuan Gubernur NTT yang juga Ketua DPD PDIP NTT Frans Lebu Raya.

Yakobus dipecat dari PDIP karena diduga melakukan pengelembungan suara saat Pemilihan Legislatif kali lalu.

Dia kemudian menggugat Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP di Pengadilan Negeri (PN) Bajawa.

Tapi gugatan Yakobus berakhir dengan putusan Niet Ontvankelijke Verklaard (NO) atau putusan yang menyatakan bahwa gugatannya tidak dapat diterima karena cacat formil.

Yakobus mengaku pernah menerima salinan surat pemecatan atas dirinya dari PDIP dengan Nomor: 210/KPTS/DPP/XII/2016.

Tapi Yakobus menduga bahwa pemecatan dirinya bukan karena kesalahan yang dituduhkan kepadanya, namun karena adanya kepentingan anggota PDIP tertentu yang menginginkan adanya PAW.

“Inikan janggal sekali, proses penetapan saya sebagai DPRD berjalan aman, tidak ada keberatan dari saksi pleno, baik di tingkat TPS hingga di tingkat KPU Kabupaten, Dan, sudah tiga tahun ini saya menjadi seorang Anggota DPRD, kenapa baru sekarang saya dipecat dengan tuduhan itu.  Makanya saya menempuh langkah hukum dengan melaporkan Ketua Umum dan Sekjen PDIP ke PN Bajawa,” kata Yakobus kepada SERGAP.ID, beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Ketua DPRD Nagekeo, Marselinus F. Ajo Bupu, mengatakan, Yakobus akan tetap menjadi anggota DPRD hingga Gubernur merespon surat Ketua DPRD Nagekeo untuk segera melakukan PAW.

“Memang dia (Yakobus) sudah dipecat dari Partai, namun tetap menjadi anggota DPRD, saya sudah berkomunikasi dengan Sekwan agar mencabut  tunjangannya,” kata Ketua DPRD asal PDIP itu kepada SERGAP.ID,  Rabu (25/10/2017).

Menurut dia, jika Gubernur tidak segera bersikap, maka Yakob akan tetap menjadi anggota DPRD hingga akhir masa jabatannya pada tahun 2019.

“Tapi bisa dipastikan dalam bulan ini proses PAW sudah bisa dilakukan,” kata Ajo Bupu. (pdj/pdj)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.