Raimundus Bena
Raimundus Bena (kiri), bakal calon Wakil Bupati Kabupaten Ngada periode 2020-2024.

sergap.id, KELIGEJO – Selasa (22/9/20), bakal calon (balon) Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Ngada periode 2020-2024, Andreas Paru dan Raimundus Bena atau AP-RB melakukan pertemuan dengan masyarakat kampung Paukate dan Maghiana di Kecamatan Aimere.

“Tatap muka kali ini kita buat secara sederhana saja dengan mengedepankan protokol kesehatan (Covid-19),” ujar Raimundus Bena kepada para pendukungnya di awal acara.

Dalam orasinya, politisi PKB yang akrab disapa Rai ini, mengatakan, Aimere merupakan daerah subur, namun selama ini belum dikelola secara baik.

“Potensi kita besar, tapi tidak didukung oleh sarana prasarana. Lahan pertanian kita luas, komoditi andalan kita ada, seperti kemiri, cengkeh, fanili dan jambu mente, namun kita kekurangan alat bantu pertanian. Untuk itu, AP-RB tidak memberi janji muluk, tapi kita punya program strategis, selain sektor pertanian, sektor pendukung lainnya juga akan kita kembangkan, yakni sektor pariwisata, kelautan dan usaha kecil dan menengah,” ucap Rai.

Rai berjanji ia bersama AP akan membangun Ngada dari desa dengan program yang telah dirancang, yakni Tante Nela Paris.

Tante Nela Paris merupakan kependekan dari program Pertanian, Peternakan, Nelayan dan Pariwisata.

“Kami datang membawa program yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan masyarakat. Program kami yang sudah kami rancang, sekaligus menjadi visi dan misi kami adalah Tante Nela Paris,” tegasnya.

Paulus Resi (37), salah satu warga Paukate, Desa Keligejo, Aimere, mengaku, selama ini pihaknya kesulitan mendapatkan tenaga PPL.

“Luas lahan pertanian kami memadai, akan tetapi tidak didukung dengan alsintan. Selain itu, kami juga kekurangan air bersih. Untuk air bersih, pada musim kemarau, kami harus beli dengan harga Rp 120 ribu per 1100 liter. Padahal kita punya sumber mata air, yakni sumber mata air Bhagajae, tapi belum dikelola secara baik. Untuk itu kami berharap paket AP-RB, jika terpilih nanti tolong perhatikan masalah ini,” pintanya.

Kristoforus Meja (43) warga Keligejo lainnya, mengaku, selain air bersih, kesulitan yang hadapi di wilayahnya saat ini adalah buruknya infrastruktur jalan, terutama menuju kantong- kantong produksi unggulan.

Masalah inilah yang menjadi penyebab anjloknya harga komoditi di Keligejo.

Menjawab keluhan warga tersebut, Rai berjanji, jika terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati, maka paket AP-RB akan mengalokasikan anggaran yang sesuai untuk mengatasi masalah tersebut.

“Kami tidak punya cita- cita yang muluk, tapi yang kami inginkan masyarakat cukup makan, kesehatan terjamin, sehingga masyarakat bisa lebih sejahtera. Semua keluhan seperti air bersih, alsintan dan bibit, merupakan PR bagi saya dan pak Andreas. Kita akan memberi subsidi kepada petani, peternak dan nelayan. Program kami yakni mencari solusi yang selama ini menjadi kendala bagi masyarakat,” katanya.

Menurut Rai, di setiap kecamatan di Ngada harus di bentuk UPTD khusus di bidang pertanian.

“Kita siapkan lahan untuk pilot projek, sebagai contoh kepada masyarakat, dan kita lebih fokus untuk pemberdayaan masyarakat,” imbuhnya.

Rai menambahkan, ruas jalan Kabupaten Ngada saat ini ada 1042 KM, dan yang sudah dibangun sejak kepemimpinan Marianus Sae dan Paulus Soliwoa (MULUS Jilid I dan II) adalah 800  KM lebih.

“Yang sisa akan kita selesaikan,” janjinya.

Menurut Rai, di Ngada saat ini juga, ada 68 ribu jiwa lebih yang belum memiliki BPJS.

“Kami akan selesaikan masalah ini,” tegasnya.

“Untuk itu kami sangat mengharapkan dukungan dari bapak, ibu, serta seluruh keluarga besar (untuk memilik paket AP-RB pada 9 Desember 2020). Semoga Tuhan dan Leluhur merestuinya,” pinta Rai.

Pertemuan AP-RB di kampung Paukate dan Maghiana, Kecamatan Aimere, Kabupaten Ngada, Selasa (22/9/20),

Andreas Tena (76), mantan Kepala Desa Keligejo 2 periode, menyatakan dukungannya kepada AP-RB.

“Saat ini kita punya putra terbaik maju dalam pilkada. Calon kita ada 5 paket. Dari kelima paket, jika kita sudah menjatuhkan pilihan pada Paket AP-RB, maka kita harus kompak. Saya secara pribadi mendukung penuh paket AP-RB. Karena ketika salah menjatuhkan pilihan, maka kita akan menyesal selama 5 tahun kedepan,” kata Tena. (advetorial/sherif goa)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.