sergap.id, WATULAJAR – Dari 37 balita yang ada di Desa Lengkosambi Utara, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada, tidak ada yang mengalami stunting.

Demikian disampaikan Kepala UPTD Puskesmas Riung, Sahrudin Pola, saat evaluasi kegiatan Kelompok Kerja (Pokja) Kampung KB Watulajar di Kantor Desa Lengkosambi Utara, Selasa (15/10/19).

Stunting (kerdil) adalah kondisi di mana balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur.

Balita stunting termasuk masalah gizi kronik yang disebabkan oleh banyak faktor, seperti kondisi sosial ekonomi, gizi ibu saat hamil, kesakitan pada bayi dan kurangnya asupan gizi pada bayi.

Balita stunting di masa akan datang akan mengalami kesulitan dalam mencapai perkembangan fisik dan kognitif yang optimal.

Tahun 2017, kejadian balita stunting merupakan masalah gizi utama yang dihadapi Indonesia yakni 29,6% dibandingkan dengan gizi kurang 17,8%, kurus 9,5% dan gemuk 4,6%.

Namun bagi Desa Lengkosambi Utara tentu ini merupakan sebuah keberhasilan.

Ditemui di sela – sela kegiatan, Darmin, Amd. Keb, Bidan Desa Lengkosambi Utara, mengatakan, keberhasilan Lengkosambi Utara tidak terlepas dari campur tangan berbagai pihak.

“Selain Pokja Kampung KB yang mendukung penanganan masalah stunting melalu program Bina Keluarga Balita, kami juga memberikan asupan gizi melalui program makanan tambahan kepada balita pada saat kegiatan Posyandu tiap bulannya. Selain itu setiap ibu hamil kami pantau kesehatannya hingga melahirkan,” papar Darmin.

Evaluasi Kegiatan Pokja Kampung KB Watulajar tersebut dihadiri oleh pengurus Pokja, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Kabupaten Ngada Fitalis Fole,  staf perencanaan Dinas Sosial Kabupaten Ngada Lusi Ratu,  Sekretaris Pokja 4 Tim Penggerak PKK Kabupaten Ngada Dafrosa Ngeda Ngebu, Camat Riung Alfian S.Sos, dan Kepala Desa Lengkosambi Utara Fransiskus Jajok.

Program Kampung KB merupakan program lintas sektor yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung atau desa agar terciptanya keluarga kecil yang berkualitas.

Karena itu, staf dan pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang hadir dalam kegiatan Evaluasi ini menyatakan siap mendukung kerja Pokja Kampung KB Watulajar melalui intervensi program SKPD terkait.

Camat Riung Alfian S.Sos  dalam sambutannya, menjelaskan, Kampung KB merupakan program strategis untuk meningkatkan derajat hidup masyarakat terutama dalam bidang kesehatan, pendidikan dan ekonomi.

“Keberadaan Kampung KB dapat meminimalisir banyak persoalan, bukan hanya stunting, tetapi juga masalah kesehatan dan masalah sosial lainnya seperti KDRT, kurang gizi, putus sekolah dan lainnya. Semoga Kampung KB Watulajar bisa menjadi Pilot Project bagi desa lainnya di wilayah Lengkosambi,” katanya (ansi sawa)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.