Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat saat melihat aset Pemprov NTT di Pantai Pede, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Senin (22/6/20).
Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat saat melihat aset Pemprov NTT di Pantai Pede, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Senin (22/6/20).

sergap.id, KUPANG – Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), mengatakan, banyak sarjana di NTT tidak laku.

Pernyataann ini disampaikan Gubernur saat menjadi pembicara dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Flores (Uniflor), yang digelar secara virtual, Kamis (2/9/21).

Ia mencontohkan, sarjana yang tidak laku misalnya sarjana peternakan. Sebab, tidak banyak bidang peternakan yang berkembang di NTT. Begitupun dengan sarjana pertanian. Dua sektor ini, kata dia, tidak bergerak maju.

“Itu menunjukan bahwa kualitas ilmu pengetahuan kita dengan kemampuan kita untuk mengaplikasikannya di lapangan itu tidak pernah sejalan, dan itulah penyebabnya hari ini Nusa Tenggara Timur masih terpuruk jauh,” ujarnya.

Menurutnya, hal itu terjadi karena penerapan teori tidak maksimal. “Karena kita cenderung sekolah teorinya, epistimologinya kita tahu tapi otologi dan aksiologinya kita tidak terapkan,” katanya.

Karena itu, kata dia, hal ini menjadi tantangan kedepan. Ia pun mendorong mahasiswa baru untuk tidak hanya tertarik lulus menjadi sarjana.

Ia meminta lulusan Perguruan Tinggi menjadi manusia yang mempunyai pengetahuan dan karakter yang baik, serta berani mengambil langkah-langkah di saat kondisi terburuk.

Pada kesempatan itu, Laiskodat menyampaikan ucapan selamat kepada anak-anak yang sudah dinyatakan lulus di Universitas Flores.

Menurut dia, itu langkah pertama memulai kehidupan baru menjadi pemuda NTT, agar bisa menimba pengetahuan, membangun karakter, serta keberanian melayani di kemudian hari.

Ia menjelaskan, manusia tidak mungkin hanya membangun masalah kognisinya saja. “Kalau hanya cerdas tapi penakut tidak baik, ada orang berani tapi bodoh juga tidak baik, ada orang berani pintar tapi tidak mempunyai kepedulian terhadap sesama, juga tidak laku,” kata dia.

Karena itu, lanjutnya, tuntutan dunia atau zaman sekarang ini, mengharuskan manusia mempunyai hardskill maupun softskill.

“Saya melihat apa yang disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi, kalau ada terobosan baru yang diberikan untuk bangsa ini. Karena itu generasi muda gunakan kesempatan ini untuk merdeka belajar,”katanya lagi.

Menurut dia,  menjadi mahasiswa baru harus berani melatih diri dan banyak membaca kondisi saat ini. “Kita mau sekolah di mana saja, selama punya kemauan, maka ilmu hari ini sangat inklusif. Berbeda dengan dulu semuanya tergantung kepada guru dan buku yang harganya sangat mahal, sehingga pada zaman dulu sulit untuk menikmati ilmu-ilmu yang seharusnya kami ketahui. Tetapi dengan berubahnya zaman, sekarang dengan menggunakan ponsel maka harapan saya adalah adik-adik harus bisa menggunakan teknologi dengan baik”, tegasnya.

BACA JUGA: Dosen Sindir Gubernur NTT

Gubernur Laiskodat juga mendorong para dosen untuk melakukan riset-riset demi kepentingan masyarakat, agar NTT bisa mengejar ketertinggalan. “Dosen dan mahasiswa bersama pemerintah harus bisa inovatif dan kerja sama untuk mengelola potensi daerah,” pungkasnya. (el/el)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here