BMKG mengumumkan status waspada terhadap potensi angin kencang di hampir seluruh wilayah NTT, terutama di wilayah yang berada di sekitar pusat tekanan rendah seperti Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Rote Nado, Sabu Raijua, dan sebagian Pulau Sumba.
BMKG mengumumkan status waspada terhadap potensi angin kencang di hampir seluruh wilayah NTT, terutama di wilayah yang berada di sekitar pusat tekanan rendah seperti Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Rote Nado, Sabu Raijua, dan sebagian Pulau Sumba.

sergap.id, KUPANG – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG mendeteksi adanya bibit siklon tropis 99S di Laut Sawu dan diperkirakan akan menguat dalam 24 jam kedepan.

Keberadaan bibit tersebut berkonribusi signifikan terhadap peningkatan labilitas atmosfer dan pertumbuhan awan hujan di wilayah Provinsi NTT.

Kondisi ini menyebabkan terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dalam tiga hari kedepan.

Hujan disertai petir akan terjadi di wilayah Kota Kupang, Kabupaten Kupang, TTS, TTU, Belu, Malaka, Sabu Raijua, Rote Ndao, Nagekeo, Ngada, Ende, Sikka, sebagian Flores Timur, Lembata, Alor dan Sumba Timur.

BMKG mengumumkan status waspada terhadap potensi angin kencang di hampir seluruh wilayah NTT, terutama di wilayah yang berada di sekitar pusat tekanan rendah seperti Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Rote Nado, Sabu Raijua, dan sebagian Pulau Sumba.

“Berdasarkan perkiraan cuaca berbasis dampak potensi banjir bandang selama tiga hari kedepan dengan kategori siaga berpotensi terjadi di Kota Kupang, Kabupaten Kupang, TTU dan TTS. Masyarakat tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi ekstrem dan bencana banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, pohon tumbang dan lain-lain,” ujar Kepala Stasiun Meteorologi Kupang, Agung Sudiono Abadi, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (3/4/21).

Agung menambahkan, berdasarkan analisa dinamika atmosfer laut menunjukan bahwa La Nina masih berlangsung hingga Mei 2021 dengan kecenderungan menuju netral.

Fenomena Madden Julian Oscillation atau MJO terpantau aktif di sebagian wilayah Indonesia bersamaan dengan fenomena gelombang kelvin dan Rossby Ekuatorial yang dapat berkontribusi pada peningkatan awan hujan. (sp/rd)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here