Constantino Soares, umur 11 tahun, warga Dusun Sukabisikun, Desa Litamali, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka.
Constantino Soares, umur 11 tahun, warga Dusun Sukabisikun, Desa Litamali, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka.

sergap.id, KOBALIMA – Buah kasih Alvaro Pereira dan Agustinha Da Costa ini benar-benar sedang butuh bantuan dari siapa saja yang peduli pada hidupnya. Namanya Constantino Soares, umur 11 tahun, warga Dusun Sukabisikun, Desa Litamali, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka.

Pasalnya siswa kelas 2 SDK Wemasa ini tak memiliki dubur atau anus sejak lahir.

Awalnya ia buang air besar (BAB) lewat kelamin, namun setelah menjalani operasi di salah satu rumah sakit di Surabaya, ia akhirnya bisa BAB lewat perut yang dilubangi dokter sebagai dubur sementara.

Ketika lahir, Constantino langsung dilarikan ke Puskesmas karena tidak memiliki dubur. Ia kemudian dirujuk ke Rumash Sakit (RS) Atambua, Kabupaten Belu, selanjutnya dirujuk lagi ke RSUD W.Z Yohanes Kupang.

Namun setelah tiba di RSUD W.Z Yohanes, deritanya tak bisa ditangani. Sebab saat itu di rumah sakit milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) tersebut belum ada dokter bedah. Ia kemudian dirujuk ke salah satu RS di Surabaya dan menjalani operasi disana.

Usai operasi, dokter menyarankan agar 5 tahun berikut Constantino dibawa kembali ke Surabaya untuk menjalani operasi lanjutan sekaligus pemasangan saluran dubur pada tempatnya.

Namun karena ketiadaan biaya, hingga kini pesan dokter itu belum bisa disanggupi.

Alvaro, ayah Constantino, mengaku, dirinya tak bisa berbuat banyak untuk kesembuhan anaknya. Sebab ia tak punya harta lagi yang bisa dijual.

Semua barang berharganya telah terjual habis untuk membiayai Constantino operasi di Surabaya saat itu, termasuk 6 ekor sapi miliknya.

“Sekarang saya tidak punya apa-apa lagi. Saya pasrah. Semoga mendapat Mujizat dari Tuhan,” ucapnya, lirih.

Menurut Alvaro, Constantino sudah memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS).

“Tapi saya tidak punya biaya untuk ke Surabaya,” ujarnya.

  • Dibuli Teman-Teman

Saat berusia 6 tahun Constantino sempat bersekolah. Namun karena setiap hari dibuli oleh teman-teman sekolahnya, ia akhirnya berhenti.

2 tahun kemudian atau saat umurnya 8 tahun, Constantino dibujuk oleh seorang guru di desanya untuk kembali bersekolah.

Ajakan sang guru itu ternyata sukses, Constantino akhirnya kembali bersekolah dan kini sudah duduk di kelas 2.

  • Ayahnya Petani, Ibunya Penenun

Ayah Constantino adalah petani jagung dengan penghasilan musiman. Sementara ibunya seorang penenun kecil dengan penghasilan tak tentu.

Karena itu keduanya berharap ada pihak yang bersedia membantu anaknya.

“Semoga Mujizat Tuhan itu datang lewat uluran tangan orang lain,” ucap Alvaro dengan kedua tangan terkatub.

Constantino Soares, umur 11 tahun, warga Dusun Sukabisikun, Desa Litamali, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka.
Constantino Soares, umur 11 tahun, warga Dusun Sukabisikun, Desa Litamali, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka.
  • Perut Diikat Plastik

Hingga kini Constantino tak bisa mengontrol BABnya layaknya orang normal. Agar kotorannya tidak tercecer ke sembarang tempat, lubang dubur di perutnya itu diikat dengan kantong plastik.

Semoga ada pihak yang bisa segera membantunya! (fecos)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.