Bupati saat mendatangi rumah Imelda Ngadha pada Jumat (24/7/20) siang.
Bupati Ngada, Paulus Soliwoa, saat mendatangi rumah Imelda Ngadha pada Jumat (24/7/20) siang.

sergap.id, SOA – Bupati Kabupaten Ngada, Paulus Soliwoa, memberi bantuan pendidkkan dan sembako untuk Imelda Ngadha (39), janda 9 anak dan 2 cucu yang tinggal di Dusun Malatibu, Desa Waepana 1, Kecamatan Soa, Jumat (24/7/20).

Bantuan ini diberikan setelah Bupati pulang dari Kupang via Bandara Soa dan mendengar laporan SERGAP bahwa ada satu keluarga di Malatibu yang keseharian mereka hanya makan rebung atau anakan bambu, buah jambu, biji nangka, ubi dan daun-daun yang didapat dari hutan di dekat rumah mereka.

Hanya sesekali mereka bisa mencicipi nasi. Itu pun jika Imelda mendapat satu atau dua kilo padi hasil ayak dari ampas padi yang baru habis dirontok oleh petani di sekitar tempat tinggal mereka.

Jika tak ada beras, anak-anak dan cucu Imelda hanya makan rebung mentah yang dioles garam atau isi hutan lain yang bisa dimakan. Sering pula mereka tak makan seharian.

Bupati mengaku baru tahu kehidupan Imelda. Sebab dirinya tak pernah mendapat laporan dari RT, Penjabat Kepala Desa Waepana 1, Camat Soa, atau Kepala Dinas yang mengurus masalah sosial dan ekonomi masyarakat.

Sayangnya saat Bupati mendatangi rumah Imelda, Imelda sedang tidak berada di rumah.

“Mama sedang ke Bajawa. Sudah dari kemarin dulu,” ujar Lius, anak Imelda yang putus sekolah di kelas 5 SD karena orangtuanya tak mampu bayar uang sekolah.

Saat berada di dalam rumah Imelda, Bupati tampak menitikan air mata karena prihatin melihat kondisi kehidupan Imelda yang sangat jauh dari layak.

Bupati kemudian memberikan bantuan sembako berupa satu karung beras, tiga dos mi instan, dan satu dos bimoli.

Bupati pun langsung menghubungi Kepala Dinas (Kadis) Sosial Kabupaten Ngada, Viany Djone, untuk segera mendatangi rumah Imelda untuk memberi bantuan susulan.

“Besok pak Kadis segera datang ke rumah ibu Imelda ini. Lihat langsung kondisi disini. Beri mereka bantuan,” pinta Bupati.

Perintah Bupati ini langsung dijawab oleh Kadis. “Baik bapak, besok saya kesitu,” ujar Viany dari balik telepon.

Usai telponan dengan Kadis, Bupati mengajak ketiga anak Imelda yang putus sekolah untuk kembali bersekolah.

“Kamu tiga sekolah kembali e…, kamu punya uang sekolah om yang tanggung. Om minta maaf, karena om baru tahu kamu (tinggal) disini,” ucap Bupati.

Dari rumah Imleda, Bupati langsung mendatangi SDK Turewuda, tempat Lius dan kedua adiknya pernah bersekolah. Disini Bupati bertemu dengan para guru dan meminta mereka untuk mendekati dan memanggil kembali Lius dan kedua adiknya untuk kembali bersekolah.

“Berapa mereka tiga punya uang sekolah?,” tanya bupati kepada para guru.

Salah satu guru pun menjawab, “Satu orang Rp 900 ribu bapa. Jadi 900 kali 3”.

“Oke kalau begitu sekarang saya bayar Rp 3 juta untuk mereka 3. Tapi tolong dekati mereka, panggil mereka untuk kembali bersekolah,” pinta Bupati sambil menyerahkan uang sekolah kepada salah satu guru.

Para guru pun langsung menyanggupi permintaan Bupati.

Imelda Ngadha bersama anak cucunya. Foto ini diambil pada Rabu (22/7/20) siang.
Imelda Ngadha bersama anak cucunya. Foto ini diambil pada Rabu (22/7/20) siang.

Kepada SERGAP, Bupati mengatakan, akan memberikan perhatian khusus kepada Imelda dan anak cucunya.

“Terima kasih SERGAP. Saya baru tahu keluarga ini karena informasi dari SERGAP. Saya akan beri berhatian khusus untuk mereka,” ucapnya. (rol/rol)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.