Penetapan status tersangka terhadap Gie adalah berdasarkan bukti dan keterangan yang dikantongi polisi. Sementara motif pembunuhannya masih dalam penyelidikan polisi.
Penetapan status tersangka terhadap Gie adalah berdasarkan bukti dan keterangan yang dikantongi polisi. Sementara motif pembunuhannya masih dalam penyelidikan polisi. (foto: ilustrasi)

sergap.id, KUPANG – Seorang ibu muda berusia 22 tahun ditemukan sudah tak bernyawa dalam posisi lehernya terlilit kabel dan tubuhnya tebaring kaku di kamar mandi di rumah suaminya.

Awalnya korban yang tengah hamil anak kedua berusia 4 bulan itu dilaporkan bunuh diri. Namun setelah diselidiki polisi, ternyata korban berinisial IFR alias Lesni ini diduga dibunuh.

Lesni ditemukan meninggal dunia pada Senin (14/6/21) sore, sekitar pukul 15.00 Wita, dan pelaku yang diduga sebagai pembunuh adalah Hendrik Gie (30), suaminya sendiri.

Itu sebabnya, Selasa (22/6/21) tengah malam, aparat Polsek Maulafa menjemput terduga pelaku di rumahnya yang juga merupakan Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Semula Gie dan keluarga berkelit dan sempat berdebat dengan polisi, namun akhirnya pasrah setelah polisi menggiring Gie ke Mapolsek Maulafa. Ia kemudian diperiksa secara maraton hingga Rabu (23/6/21) dinihari.

“(Terduga pelaku) sudah menjadi tersangka. Saat ini dia berstatus tangkapan,” ujar Kapolsek Maulafa, AKP Jerry O Puling, AMd seperti dikutip SEGAP dari digtara.com, Rabu (23/6/2021) siang

Menurut AKP Jerry, penetapan status tersangka terhadap Gie adalah berdasarkan bukti dan keterangan yang dikantongi polisi. Sementara motif pembunuhannya masih dalam penyelidikan polisi.

Kepada polisi, Gie mengaku, sebelum istrinya ditemukan meninggal, dirinya sedang tidur di luar kamar. Ia kemudian mendengar anak pertamanya yang masih berusia 1,4 tahun menangis. Ia lantas memanggil korban yang sedang berada di dalam kamar dan meminta korban untuk membujuk si anak agar bisa diam.

Namun panggilan itu tidak direspon oleh korban. Gie kemudian beranjak menuju kamar dengan tujuan menggendong anaknya. Namun saat membuka kamar, Gie melihat korban sudah terjatuh di dalam kamar mandi dengan posisi tertidur menyamping ke kanan, dan pada lehernya terlilit tali kabel. Saat itu korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Gie mengatakan kepada polisi bahwa selama ini ia dan korban tidak punya masalah. Bahkan sebelum ditemukan meninggal, ia melihat korban minum pop Ice yang dibuat sendiri oleh korban.

Pihak keluarga sebelumnya menerima duka tersebut sebagai musibah dan menolak korban diotopsi. Tapi polisi menemukan bukti-bukti dan keterangan yang mengarah bahwa korban dibunuh, bukan bunuh diri.

Selain Lesni, janin berumur 4 bulan juga menjadi korban dalam kasus ini. (elc/elc)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here