sergap.id, MBAY - Puluhan warga dari Desa Rendu Butowe, Kecamatan Aesesa Selatan, Kabupaten Nagekeo, Senin 22 Nopember 2021, mendatangi Kantor BPN, Kantor DPRD Nagekeo, dan Kantor Bupati Nagekeo, untuk menyampaikan aspirasi menolak pembangunan Waduk Lambo di Lowose.
sergap.id, MBAY - Puluhan warga dari Desa Rendu Butowe, Kecamatan Aesesa Selatan, Kabupaten Nagekeo, Senin 22 Nopember 2021, mendatangi Kantor BPN, Kantor DPRD Nagekeo, dan Kantor Bupati Nagekeo, untuk menyampaikan aspirasi menolak pembangunan Waduk Lambo di Lowose.

sergap.id, MBAY – Puluhan warga dari Desa Rendu Butowe, Kecamatan Aesesa Selatan, Kabupaten Nagekeo, Senin 22 Nopember 2021, mendatangi Kantor BPN, Kantor DPRD Nagekeo, dan Kantor Bupati Nagekeo, untuk menyampaikan aspirasi menolak pembangunan Waduk Lambo di Lowose.

Andrianus Adu, pria asal Manggarai Barat selaku koordinator Aksi Waduk Lambo, mewakili PMKRI Santo Yohanes Don Bosco Cabang Ende, dalam orasinya mengatakan, warga masyrakat yang terkena dampak pembangunan Waduk Lambo, sangat kecewa karena pemerintah tidak transparan.

Berikut pernyataan sikap masyarakat Adat Rendu:

  1. Menolak Pembangunan Waduk Lambo yang berlokasi di Lowose.
  2. Menyatakan mosi tidak percaya terhadap Pemerintah Daerah Kabupaten Nagekeo, karena tidak transparansi dan akuntabilitas dalam proses pembangunan Waduk Lambo.
  3. Mendesak Pemda Nagekeo untuk tidak melakukan aktifitas terkait dengan pembangunan Waduk yang berlokasi di Lowose.
  4. Mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan oleh aparat keamanan terhadap masyarakat dilokasi pembangunan Waduk.
  5. Mendesak Pemda Nagekeo dan Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara II untuk segera melakukan survei dan kajian dilokasi alternatif, yakni Lowopebhu dan Malawaka.
  6. Mendesak Kementrian PUPR untuk segera mencopot Kepala BWS, karena dinilai tidak bertanggung jawab.
  7. Apabila Pemda Nagekeo tidak mengindahkan tuntutan ini, maka PMKRI Cabang Ende, bersama masyarakat adat Lambo, Ndora dan Rendu, akan terus menggalang kekuatan untuk terus melakukan penolakan pembangunan Waduk Lambo di Lowose, hingga pada tingkat atau level yang lebih tinggi.

Adu mengaku kecewa karena karena pada saat dirinya dan puluhan warga ingin berdialog dengan Bupati dan Pimpinan DPRD Nagekeo, namun tidak bisa, karena kedua pimpinan itu tidak bisa ditemui.

Akibat kesal karena tidak bisa menemui Bupati, beberapa pemuda berteriak, “Bupati Nagekeo Sombong, tiap hari hanya urus masalah, tidak pernah urus untuk kesejahteraan rakyat”.

“Pemda Nagekeo telah menipu warga Rendu. DPRD Nagekeo juga sama, hanya makan gaji buta, tidak mau urus rakyat yang telah memilih mereka. Disaat kampanye datang sembah rakyat, begitu sudah jadi, lupa semuanya. Ini yang namanya wakil rakyat yang tidak mau bertanggungjawab atas penderitaan rakyatnya sendiri”, teriak para pendemo.

Terpisah, Ketua DPRD Nagekeo, Marselinus Ajo Bupu, mengaku, dirinya sangat mendukung aksi demo.

“Saya sepakat dengan adik-adik PMKRI dalam aksi damai hari ini. Namun sangat disayangkan PMKRI tidak memberitahukan secara resmi kepada kita di DPRD. Paling tidak dua atau tiga hari sebelum aksi, mereka sudah bersurat agar kita bisa mengagendakan pertemuan. Ini tiba-tiba datang langsung teriak-teriak, memangnya kami ini apa? Sebagai akademisi kita harus tunjukan etika yang baik. Itu alasan saya kenapa saya tidak bertemu, kita ini lembaga resmi. Sebagai Pimpinan DPRD saya mendukung penuh pembangunan Waduk Lambo. Ini program strategis nasional, kalaupun ada persoalan ya dibicarakan secara, baik-baik. Kita punya kearifan lokal artinya duduk bersama secara adat dan budaya”, katanya.

Pantauan SERGAP, aksi damai dimulai pukul 10.30 Wita. Warga yang melakukan aksi damai dibawah koordinasi PMKRI dan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara berjalan aman dan tertib.

Mulanya warga aksi berorasi di depan Kantor BPN Kabupaten Nagekeo, kemudian menuju Kantor DPRD Nagekeo dan berakhir di Kantor Bupati Nagekeo.

Aksi ini dalam pengamanan anggota Polres Nagekeo dan Satuan Polisi Pamong Praja. Tepat pukul 15.00 Wita, para pendemo membubarkan diri. (sg/sg)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here