Inspeksi mendadak Bupati Kabupaten Lembata Thomas Ola Langoday di kantor BPMD Lembata, Kamis (18/11/21) malam.
Inspeksi mendadak Bupati Kabupaten Lembata Thomas Ola Langoday di kantor BPMD Lembata, Kamis (18/11/21) malam.

sergap.id, LEWOLEBA – Kamis (18/11/21) kemarin, dua Kepala Desa beserta perangkat desa dan Ketua Badan Permusyawatan Desa (BPD) terlihat antri hingga dini hari di kantor Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Kabupaten Lembata.

Kedatangan mereka untuk melengkapi kekurangan data perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tahun anggaran 2021.

Informasi yang dihimpun SERGAP menyebutkan, antrian terjadi akibat ulah oknum pejabat di BPMD yang enggan membagi user dan password aplikasi sistem keuangan desa (siskeudes) kepada staf lain di BPMD dan operator desa.

“User dan password aplikasi itu hanya dikuasai oleh dua orang di BPMD. Dan ini sudah berlaku selama 6 tahun. Itu sebabnya para Kepala Desa dan Ketua BPD harus antri menunggu dua orang itu. Belum lagi dua orang itu sengaja kerja santai, sebentar-sebentar ijin makan dulu, ijin minum dulu, ijin ngerokok dulu, dan alasan lain sebagainya. Kalau sudah antri begitu, ya Kepala Desa harus beli makan, beli minum, beli rokok, kadang juga beli bir dan moke untuk dua orang itu. Bahkan tahun lalu itu sampai beberapa Kepala Desa dan perangkat desa harus rayakan tahun baru di kantor BPMD, karena antri untuk perubahan APBDes itu”, ujar sumber SERGAP yang meminta namanya tidak dipublikasi.

Menurut dia, user dan password Siskeudes seharusnya dibagikan ke operator pemerintah desa dan supervisor pemerintah kecamatan, yang dikendalikan oleh admin di BPMD.

Secara umum untuk pemerintah desa, login user untuk Aplikasi Siskeudes diisi dengan: User ID: user dengan password user.

Login user Aplikasi Siskeudes selanjutnya diatur oleh Admin Siskeudes BPMD, sehingga untuk setiap desa mendapat user ID dan password yang berbeda.

Tahun Angaran diisi dengan Tahun Anggaran yang akan diinput (sesuai dengan SML yang diberikan) misalnya 2021.

Untuk melindungi serta menjaga kerahasiaan user ID dan Password yang dimiliki oleh pemerintah desa, Aplikasi Siskeudes menyediakan menu untuk mengganti User ID dan Password.

Cara menggantinya adalah dengan menginput User ID dan password lama, lalu memasukan UserID dan password Baru.

Konfirmasi diisi dengan password baru sebagai validasi kesesuaian password baru. Disarankan kepada pemerintah desa untuk mengganti password secara berkala untuk menjaga keamanan UserID dan password yang digunakan.

“Tapi yang terjadi di Lembata beda bro. User dan password hanya dikuasai oleh admin di BPMD. Padahal kalau diberikan ke desa dan kecamatan, maka tidak terjadi antri seperti ini. Motivasinya apa? Ya pasti uanglah. Dari yang saya dengar itu ada setoran ke admin sebagai ongkos kerja sebesar Rp 1 juta per desa. Jika dikalikan dengan 144 desa, maka mereka dapat Rp 144 juta”, ungkapnya.

Dia menjelaskan, awal tahun 2020, Kejaksaan Negeri Lembata telah menyoroti cara kerja Siskeudes di BPMD.

“Akhirnya mereka berhenti kerja dari rumah. Salahnya admin adalah tidak mau berbagi ilmu Siskeudes ke staf lain atau ke perangkat desa. Mungkin admin takut uang rokoknya berkurang, makanya dia tidak mau berbagi ilmu itu. Nah selama 6 tahun yang begini kondisinya. Mungkin sudah terlalu kenyang, makanya sekarang muntah”, ucapnya, kritis.

Menurut dia, sumber masalah ini bukan hanya terletak pada admin Siskeudes, tapi juga karena sikap Kepala Desa yang selalu lamban membuat laporan perubahan APBDes.

“Jauh-jauh hari mereka (Kepala Desa) tidak mau buat perubahan. Nanti deadlinenya sudah tinggal satu atau dua hari, baru mereka datang. Ini juga penyebab terjadinya antri di BPMD”, pungkasnya.

Plt BPMD Lembata, Iren Suciadi, mengaku, sejauh ini dirinya belum mendalami cara kerja Siskeudes.

“Sejak saya dilantik, saya masih sibuk di Setda sini, saya belum terlalu dalami di bawah (BPMD)”, ujar Iren kepada SERGAP, Senin (22/11/21).

Sebelumnya, Kamis (18/11/21) malam, Bupati Kabupaten Lembata, Thomas Ola Langoday, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di kantor BPMD setelah mendapat keluhan dan laporan dari beberapa Kepala Desa.

Saat itu, Bupati menemukan Kepala Desa beserta perangkat desa dan Ketua BPD Lamadale dan Kalikur sedang antri hingga tengah malam.

Menurut dua kepala desa itu, mereka ke BPMD untuk melengkapi data perubahan APBDes. Keduanya tampak gugup saat ditanya Bupati.

Bupati pun meminta admin Siskeudes segera hentikan cara-cara kerja tidak profesional.

“Kasihan bapak-bapak desa ini, mereka butuh istirahat. Ini sudah tengah malam. Stop sudah. Istirahat sudah”, pinta Bupati.

BACA JUGA: Tiap Tahun BPMD Bikin Pelatihan Siskeudes, Habiskan Rp 1,4 Miliar Dana Desa

Terpisah, Kepala Desa (Kades) Lamatuka, Kletus Belida Lasar, mengaku, dirinya tidak pernah memberi admin siskeudes uang seperti isu yang beredar sebesar Rp 1 juta.

“Tapi kalau beli aqua botol, beli makan, itu biasa. Karena kami juga kasian mereka (admin)”, ucap Lasar saat bincang-bincang dengan SERGAP di Lewoleba, ibukota Kabupaten Lembata, Jumat (19/11/21) sore. (reds/reds)

1 COMMENT

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here