Marselinus Ladho
Marselinus Ladho

sergap.id, MBAY – Dana ganti rugi lahan Waduk Lambo senilai Rp 250 miliar siap dibayar. Namun ganti rugi ini hanya diberikan kepada pemilik lahan yang terdampak genangan air waduk dan sabuk hijau (Green Belt).

Demikian disampaikan Kepala Bagian (Kabag) Pemerintahan Pemkab Nagekeo, Oscar Yoseph A. Sina, kepada SERGAP, belum lama ini.

Dia menjelaskan, pembangunan Waduk Lambo terletak di tiga wilayah desa, yakni Desa Labolewa, (Kecamatan Aesesa), Desa Rendubutowe (Kecamatan Aesesa Selatan) dan Desa Ulu Pulu (Kecamatan Nangaroro).

Ganti rugi tersebut tidak termasuk ganti rugi lahan untuk bangunan kantor dan jalan masuk ke lokasi Waduk.

“Dananya tersendiri”, kata Oscar.

“Untuk itu saya minta semua pihak bersabar”, pinta Oscar.

Terpisah, Kepala Desa Labolewa, Marselinus Ladho, meminta Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do, bersikap tegas mengatasi pro kontra pembangunan waduk Lambo.

“Tegas dalam arti, masyarakat Desa Labolewa telah mendukung sepenuhnya pembangunan Waduk Lambo, akan tetapi masih ada kelompok yang berusaha menghalang-halangi Kontraktor  pemenang tender untuk masuk ke lokasi. Padahal proyek pembangunan Waduk Lambo kontraknya sudah ada, terus kenapa belum juga kerja? Kalau memang ada provokator, ya ditangkap saja”, ujar Ladho.

Menurut Ladho, terhambatnya pelaksanaan proyek Waduk Lambo disebabkan oleh kurangnya koordinasi antara instansi.

“Terlepas dari jabatan, saya adalah fungsionaris adat Labolewa. Wilayah yang terdampak Waduk Lambo itu merupakan hak Ulayat Kawa dan Labo. Kisruh pembangunan waduk ini, juga karena adanya peran Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN)”, ungkapnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak AMAN belum berhasil ditemui atau dihubungi SERGAP via phone. (sg/sg)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here