Orangtua santri yang dipulangkan dari Magetan saat ditemui SERGAP bersama petugas Posco Covid-19 Wolowae, Sabtu (2/5/20).

sergap.id, WOLOWAE – Tiga orang santri asal Desa Tendakinde, Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo, hingga kini masih menjalani karantina mandiri di Rumah Dinas (Rudis) Puskesmas Wolowae.

Demikian disampaikan Camat Wolowae, Geradus M. Koro kepada SERGAP, Sabtu (2/5/20).

Dia menjelaskan, satu minggu sebelum ketiga santri dipulangkan dari Magetan, dirinya sudah dilaporkan oleh orang tua ketiga santri.

“Setelah dapat laporan dari orang tua santri, saya langsung berkoordinasi dengan kepala Puskesmas, Kapospol dan Babinsa 1605 Wolowae. Tanggal 17 April 2020 ketiga santri tiba dan langsung dijemput untuk menjalani rapit test dan karantina Mandiri. Sekarang mereka diawasi petugas gugus posko covid,”

Menurut Koro, tanggal 27 April 2020 lalu, ketiga Orang Tanpa Gejala (OTG) itu menjalani rapid test dan hasilnya negatif. Walau demikian mereka tetap diisolasi hingga ada hasil tes swab.

“Karena mereka bertiga datang dari daerah zona merah,” katanya.

Koro menambahkan, saat ini petugas gugus posko tingkat kecamatan Wolowae mengalami kekurangan Alat Pelindung Diri (APD).

“Penggunaan masker oleh warga masih belum maksimal. Tingkat kesadaran masyarakat hanya 75 persen. Karena itu petugas posko selalu memberi sosialisasi dan edukasi secara rutin hingga ke tingkat RT,” pungkasnya.

Syarifudin dan Asriaty, orang tua kandung santri  WTM (13) dan MA (15) yang ditemui SERGAP bersama petugas Posco Covid-19 Wolowae di kediaman mereka di RT 10, Dusun Kaburea, Desa Tendakinde, Wolowea, meyakini anak mereka tidak terjangkit virus corona, walaupun di pesantren tempat mereka belajar ada 16 orang yang terkonfirmasi positif corona.

“Satu bulan sebelum anak saya dipulangkan, saya di telpon oleh pengasuh pondok Pesantren Tembok, Magetan, Jawa Timur. Dalam pembicaraan itu, pak Kiyai bilang, sekarang ini di pesantren ada santri yang sudah positif terkena virus corona, apa anak-anak bapak mau di pulangkan atau bagaimana? Saya jawab, mereka dipulangkan saja, pak kiyai jawab: kalau itu yang bapak inginkan ya mereka saya pulangkan, tetapi kalau tidak mereka tetap menjadi tanggung jawab saya selaku pimpinan pondok pesantren,” beber Syarifudin.

Menurut Syarifudin, tidak semua santri yang ada di pondok pesantren itu di pulangkan.

“Saya sangat yakin anak saya tidak terjangkit covid-19, karena selama ini kedua anak saya di karantina dan di jaga ketat oleh petugas,” katanya.

Kepada SERGAP, ketiga santri tersebut, mengaku, merasa nyaman di Rudis Puskesmas Wolowae.

“Kami di perlakukan secara baik. Aktifitas kami selama di karantina, pagi jam 10 jemur di panas didampingi petugas. Setelah itu istirahat,” ucap MA. (sherif goa)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.