Maria Dhuge (54) saat menjalani pengobatan dan visum et repertum di Puskesmas Danga, Mbay, Nagekeo, Minggu (14/2/21).
Maria Dhuge (54) saat menjalani pengobatan dan visum et repertum di Puskesmas Danga, Mbay, Nagekeo, Minggu (14/2/21).

sergap.id, MBAY – Kekerasan dalam rumah tangga kembali terjadi di Kampung Okisato, Kelurahan Lape, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo. Kejadian bermula ketika sang suami kepergok berboncengan dengan perempuan lain.

Minggu (14/2/21) sore, sekira pukul 15:30 Wita, Maria Dhuge (umur 54 tahun), bersama ponakannya pergi beli ikan di Marpokot. Pulang dari sana ia mendapati suaminya, yakni Nadus Dhalu (umur 70 tahun), sedang berboncengan dengan perempuan simpanannya.

“Melihat itu saya dengan ponakan langsung buntuti mereka. Ternyata mereka menuju ke rumah Damianus Goa (ponakan Nadus). Tiba di sana, dia sembunyikan itu perempuan di kamar mandi. Saya tanya Nadus, itu perempuan dimana? Mungkin karena dia malu ada orang banyak, dia langsung pelungku saya,” beber Maria kepada SERGAP saat menjalani pengobatan dan visum et repertum di Puskesmas Danga, Mbay, Nagekeo.

Karena belum puas, lanjut Maria, Nadus kembali memukul dirinya menggunakan sebatang kayu tepat mengenai dahi dan di beberapa bagian tubuhnya.

“Dahi saya sampai berdarah. Setelah itu saya teriak minta ampun, minta tolong, tapi dia pukul terus,” sebut Maria.

Karena sudah tak tahan dengan kebringasan Nadus, Maria pun spontan membalas pukulan Nadus dengan menghujamkan sebilah pisau ke arah lengan kiri Nadus. Seketika lengannya berlumuran darah.

“Kebetulan di tangan saya ada pisau, saya langsung tikam dia punya lengan kiri,” ujar Maria.

Karena darah terus keluar, Nadus kemudian dilarikan ke Puskesmas Danga. Dari situ Nadus dirujuk ke RSUD Aeramo.

“Setelah itu saya pergi ke Kantor Polisi untuk lapor Nadus. Pada saat saya bilang saya sekarang mau ke Polres untuk buat laporan polisi karena kau pukul saya, Nadus jawab, kau pergi lapor sana, kau kira saya takut polisi?  Saya langsung pergi lapor polisi. Setelah saya lapor, beberapa anggota polisi antar saya ke Puskesmas untuk visum ini,” ucap Maria.

Akibat dipukul Nadus, Maria mengalami luka di dahi dan memar di beberapa bagian tubuhnya.

“Terus terang pak, selama ini hubungan saya dengan suami sudah tidak harmonis. Itu karena Nadus punya wanita (idaman) lain. Perempuan itu namanya Verawati Sumarmini. Ini permpuan yang menjadi penyebab rumah tangga kami berantakan,” papar Maria.

Nadus dan Verawati dilaporkan telah menjalin asmara selama 7 tahun.

“Gara-gara ini perempuan, sudah 3 tahun suami saya tidak pernah makan di rumah. Semua uang hasil kerja sawah dan usaha yang lain tidak pernah Nadus kasi ke saya. Dia pakai foya- foya dengan itu perempuan. Istri mana yang tidak sakit hati, kalau tiap hari diperlakukan seperti ini? Setiap kali pulang rumah pasti kami dua ribut. Sering sekali saya dia pukul. Dia anggap saya sudah bukan manusia lagi,” tutup Maria.

Pantauan SERGAP, tampak sejumlah petugas kesehatan Puskesmas Danga menjahit luka di dahi, serta mengobati dan mengkompres memar yang ada di beberapa bagian tubuh Maria.

Kepada SERGAP, salah satu petugas Puskesmas Danga, membenarkan jika Nadus telah dirujuk ke RSUD Aeramo.

“Tadi om Nadus sempat dirawat disini, tapi karena pendarahan cukup banyak, akhirnya kami rujuk ke RSUD Aeramo,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, Nadus dikabarkan masih menjalani perawatan di RSUD Aeramo. (sg/sg)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here