Plt. Kabag Tatapem Pemkab Nagekeo, Oscar Sina
Plt. Kabag Tatapem Pemkab Nagekeo, Oscar Sina.

sergap.id, MBAY – Kendati bertujuan mensejahterakan masyarakat banyak, namun pembangunan Waduk Lambo di Kabupaten Nagekeo masih menuai protes dari warga terdampak. Tersiar kabar bahwa otak dibalik protes tersebut adalah oknum polisi. Hanya saja nama oknum tersebut masih dirahasiakan.

“Hentikan semua itu, karena jika terus dipaksakan, maka saya tidak segan-segan mengambil tindakan tegas”, ujar Kapolres Nagekeo, AKBP. Agustinus Fai, SH. MH.

Walau masih ada protes, namun tahapan pembangunan proyek senilai Rp 1,7 triliun itu tetap dilaksanakan dalam kawalan Polres Nagekeo dan Brimob.

“Yang dibutuhkan saat ini adalah dukungan dari semua stakeholder. Mengingat kita di NTT umumnya dan Nagekeo khususnya adalah daerah yang masih membutuhkan air”, ucap AKBP. Agustinus kepada wartawan di aula VIP Setda Nagekeo, Selasa (28/9/21).

“Pro dan kontra merupakan sebuah dinamika. Akan tetapi kita harus melihat kedepan. Karena tujuan dari sebuah pembangunan adalah untuk kesejahteraan rakyat. Jadi kita harus dukung”, tegasnya.

AKBP. Agustinus mengaku pihaknya banyak mendapat laporan dari masyarakat bahwa ada oknum-oknum yang berniat menggagalkan pembangunan waduk Lambo.

“Tapi saya ingatkan, ini adalah program strategis nasional dan harus kita dukung. Saya peringatkan, jangan coba-coba menghambat jalannya pembangunan ini. Karena bila sampai terjadi hal-hal yang mengganggu keamanan dan ketertiban, kita akan ambil tindakan tegas”, ujarnya.

“Saat ini tim Balai Wilayah dan Sungai serta tim appraisal sedang menyelesaikan tugasnya. Jangan kita halangi mereka. Untuk itu saya minta dukungan dari semua pihak agar proses pembangunan waduk Lambo ini tetap berjalan sesuai rencana”, pungkasnya.

Sementara itu, Plt. Kabag Tatapem Pemkab Nagekeo, Oscar Sina, menjelaskan, semua tahapan pembangunan WL telah dilakukan secara baik, termasuk pendekatan kepada warga terdampak, baik secara budaya maupun kekeluargaan.

Sayangnya ada beberapa warga tidak hadir saat diundang untuk ikut kegiatan sosialisasi pembangunan waduk Lambo.

“Saya juga orang asli Lambo. Tapi di lapangan saya sering dicaci maki oleh saudara saya sendiri. Tapi saya tetap datang kepada mereka untuk memberikan penjelasan tentang tujuan pembangunan Waduk Lambo. Pada akhirnya mereka paham”, ungkapnya.

“Awalnya memang banyak yang menolak, tapi untuk saat ini tinggal beberapa orang saja. Dan, saya bersama tim dari BWS dan Appraisal berulang kali dihadang, tapi saya tetap pada prinsip bahwa yang saya perjuangkan ini untuk kepentingan kita bersama. Toh pada akhirnya warga mulai sadar karena saya dan tim memberikan edukasi yang benar kepada warga”, bebernya.

Menurut Oscar, pihaknya terus mendatangi para pihak yang menolak pembangunan waduk Lambo.

“Untuk itu saya minta dukungan dari semua pihak agar proses pembangunan waduk tetap berjalan dan selesai tepat waktu”, pintanya. (jp/sg)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here