Proyek pemeliharaan jalan yang kurang volume pekerjaan. Proyek ini dikerjakan oleh PT Pesona Indah Permai.

sergap.id, MBAY – Dugaan KKN kembali terungkap pada proyek pemeliharaan jalan Aemali – Danga di Kabupaten Nagekeo senilai Rp11.991.991.000 yang dikerjakan oleh PT. Pesona Permai Indah.

Pekerjaan sesuai kontrak Nomor: 620/DPU-NGK/PPK-DAK.BM/19/VII/2016 tanggal 27 Juli 2016 dan Adendum kontrak Nomor: ADD.I.620/DPU-NGK/PPK-DAK.BM/19/VII/2016 tanggal 27 September 2016 itu diawasi oleh CV. Elmunah sesuai kontrak nomor: 620/DPU-NGK/109/04/2016, tanggal 12 April 2016.

Dinas PU Kabupaten Nagekeo sendiri telah melakukan pembayaran sebesar Rp10.792.791.900,00 dengan SP2D terakhir nomor: 1730/LS Barang dan Jasa/2016 tanggal 8 Desember 2016 atas termin fisik 90%.

Hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyebutkan, pekerjaan tersebut telah diperiksa oleh panitia pengawas pekerjaan secara visual tanpa melakukan pengujian kualitas pekerjaan lapangan.

Pemeriksaan visual itu menjadi dasar penerbitan berita acara serah terima pertama/PHO nomor: 620/DPU-NGK/PPK-PHO.BM/55/XII/2016 tanggal 28 Desember 2016 dan pekerjaan tersebut dinyatakan telah selesai dan di serahterimakan.

Sabtu, 29 April 2017 lalu, saat BPK bersama pengawas pekerjaan dari Dinas PU Nagekeo hendak melakukan pemeriksaan fisik pekerjaan, pihak PT Pesona Permai Indah tidak hadir tanpa pemberitahuan dan meminta dijadwalkan ulang pemeriksaan fisik pada 4 Mei 2017.

Pemeriksaan fisik tersebut dilaksanakan berdasarkan dokumen beck up data quanty dan as built drawing yang menjadi dasar pembayaran, dengan kesepakatan jumlah station yang akan di uji sebagai perwakilan dari total panjang jalan yang di kerjakan.

Namun dalam proses pengujian yang tersisa tiga station, PT Pesona Permai Indah meninggalkan lokasi tanpa pemberitahuan kepada BPK.

Atas hal tersebut, BPK telah menyampaikan surat konfirmasi dan di tanggapi dengan memberikan penjelasan kepada BPK pada Selasa 16 Mei 2017.

Dari hasil penjelasan tersebut di jadwalkan pengujian fisik lanjutan yang di laksanakan pada Sabtu 20 Mei 2017, bersama staf Dinas PU Nagekeo, penyedia jasa, konsultan pengawas dan panitia PHO.

Pengujian dilakukan pada station yang sama pada pengujian sebelumnya yaitu pada empat titik/station 500 meter ( segmen 2) dan 1250 meter ( segmen 3), dan untuk meyakini pengujian setiap titik sampel, maka di tambah pada titik station 350 meter, 600 meter ( segmen 3) dan 1400 meter ( segmen 3).

Hasil pengujian menunjukan bahwa data-data dalam beck up data dan as built drawing berbeda dengan kondisi fisik di lapangan, antara lain beck up data dan asbuilt drawing yang dibuat oleh konsultan pelaksana PT Pesona Permai Indah dan di setujui oleh konsultan pengawas CV  El Emunah menyatakan pada station 600 meter segmen 2 terdapat HRS dengan ketebalan 3,5 CM, agregat A dengan ketebalan 15 CM, agregat B dengan ketebalan 20 CM dan timbunan pilihan dengan ketebalan 10 CM.

Total ketebalan jalan yang di bangun berdasarkan beckup data adalah 48,5 CM ( 3,5 CM + 15 CM + 20 CM + 10 CM).

Pengukuran di lapangan tanggal 20 Mei 2017, di ketahui ketebalan jalan pada station 600 meter sisi sebelah kanan adalah 30 CM ( 3,2 CM HRS + 8,4 CM agregat A + 8,4 CM agregat B + 10 CM timbunan pilihan). Terdapat perbedaan total ketebalan dan beckup data dan kondisi real di lapangan sebesar 18,5 CM.

Perbedaan tersebut terjadi karena kekurangan tebal agregat A sebesar 6,5 CM ( 15 CM-8,4 CM), kekurangan tebal agregat B sebesar 11,6 CM ( 20 CM- 8,4 CM), dan kekurangan tebal HRS Base 0,3 CM (3,5 CM – 3,2 CM).

Pengujian pada lima titik secara konsisten menunjukan kekurangan ketebalan sehingga terdapat indikasi kekurangan volume pekerjaan sebesar Rp2.035.684.395,97 pada item pekerjaan sebagai berikut:

  1. Kekurangan volume lapisan lataston lapis pondasi ( HRD Base), volume PHO 1.576,15 M3, volume pengujian fisik 1.454,29 M3 selisih volume 121,86 M3 indikasi kekurangan volume Rp209.845.982,17.
  2. Kekurangan volume lapis pondasi agregat kelas A : Volume PHO 2.926,13 M3, Volume pengujian fisik 1.885,79M3, selisih volume 1.070,33, indikasi kekurangan volume Rp720.036.574,91.
  3. Kekurangan volume lapis pondasi agregat kelas B : volume PHO 3.901,50 M3, volume pengujian fisik 1.996,42 M3, selisih vokume 1.905,08, indikasi kekurangan volume RP. 1.105.801.838,89. Sehingga total kerugian negara akibat kurangnya volume pekerjaan di lapangan adalah senilai Rp2.035.684.395,97. (Sherif Goa)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.