Erik saat melaporkan Yoga ke Polda NTT, Selasa (13/4/21).
Erik saat melaporkan Yoga ke Polda NTT, Selasa (13/4/21).

sergap.id, KUPANG –  Hendrikus Erik Susilo alias Erik (40), pengusaha hasil bumi asal Kelurahan Faobata, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada, melaporkan Slamet Noto Sampurno alias Yoga (41) ke Polda NTT pada Selasa (13/4/21).

Yoga dilaporkan karena diduga melakukan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan sebagaimana diatur dalam Pasal 378 dan 372 KUHP dengan ancaman 8 tahun penjara sebagaimana diatur oleh masing-masing Pasal selama 4 tahun.

Pengaduan Erik diterima Bripka Fransiskus X Pale mengetahui Kepala SPKT Siaga III Polda NTT, Aipda. Melkianus MS Soga dan tercatat dengan nomor laporan polisi: LP/B/98/IV/RES,1,11,/2021/SPKT.

Erik mengatakan, penipuan dan penggelapan yang dilakukan Yoga senilai Rp 280 juta. Kasus ini terjadi pada tanggal 9 September 2020.

“Saya kirim asam dan coklat senilai Rp 280 juta ke dia (Yoga), tapi sampai hari ini dia belum bayar,” ujar Erik kepada SERGAP usai melaporkan Yoga ke Polda NTT, Selasa (13/4/21) sore.

Yoga merupakan perantara atau makelar hasil bumi yang beralamat di Dusun Pakis, Desa Songgon, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur.

Biasanya Erik mengirim hasil bumi dari Bajawa menggunakan mobil ekspedisi dan diterima oleh Yoga di Surabaya.

“Saya kena tipu dari Yoga, makanya saya lapor dia ke sini (Polda NTT),” tegas Erik.

Kini kasus yang dilaporkan Erik sedang ditangani Direktorat Reserse dan Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda NTT.

“Saya sudah di BAP. Saya di BAP oleh Pak Jo (penyidik) tadi malam dari pukul 22.30 sampai pukul 00.00 (WITA),”ucap Erik kepada SERGAP, Rabu (14/4/21).

BACA JUGA: Pengusaha Asal Bajawa Ngaku Ditipu Rekan Bisnis Senilai Ratusan Juta

Yoga yang dihubungi SERGAP per WhatsApp pada Rabu (14/4/21) malam, enggan berkomentar banyak.

“Saya gk ada tanggapan sementara ini,” katanya. (red/cip)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here