Ketua Rt 018, Herman Misa, saat bersama T mendatangi Polsek Oebobo, Jumat (29/5/20) siang.
Ketua Rt 018, Herman Misa, saat bersama T mendatangi Polsek Oebobo, Jumat (29/5/20) siang.

sergap.id, KUPANG – T, 23 tahun, mahasiswi semester 8 Universitas Kristen (UNKRIS) Kupang, siang tadi, Jumat (29/5/20), mendatangi Mapolsek Oebobo untuk melapor AN, mahasiswa semester 12 Undana Kupang.

Namun T dan keluarganya diarahkan untuk membuat Laporan Polisi (LP) di Polres Kupang Kota, karena kasus yang dilaporkan berkaitan dengan dugaan tindak pidana yang melanggar ketentuan Undang-Undang ITE.

“Karena berkaitan dengan ITE sebaiknya langsung ke Polres. Karena di sana ada penyidik ITE dan biar penanganannya lebih cepat,” ujar salah satu anggota Polsek Oebobo yang langsung disanggupi oleh T dan keluarganya.

Kepada SERGAP, T mengaku, ia tengah hamil 4 bulan, dan laki-laki yang menghamilinya adalah AN. Namun AN enggan bertanggungjawab.

“Tadi malam kami sudah urus di RT, tapi dia tetap tidak mau bertanggungjawab. Karena itu saya mau lapor dia di polisi,” ujar T.

Selain enggan bertanggungjawab, wanita yang tinggal di RT 018 Rw 002, Kelurahan Bakunase II, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang, itu, mengatakan, AN juga memaksa dirinya untuk menggugurkan kandungan.

“Dia bawa saya ke dukun di So’e (Kabupaten Timor Tengah Selatan) sana. Tapi dukun itu minta biaya Rp 2 juta. Karena uang belum ada, akhirnya kami pulang kembali ke Kupang,” beber T.

Karena tak bisa gugurkan kandungan di dukun, kata T, AN kembali membujuknya untuk minum ramuan tradisional yang katanya ampuh untuk gugurkan kandungan dalam seketika.

“Tapi saya tidak mau minum itu ramuan. Itu ramuan ada disini. Tapi sudah kering,” ucap T sambil menunjuk ramuan yang dibungkus di dalam kantong plastik hitam.

T mengatakan, setelah dua kali upaya gugurkan kandungan tidak dituruti, AN lantas mengancamnya lewat WhatsApp dan inbox facebook.

“Tapi HP saya (yang berisi pesan WhatsApp) hilang tadi malam. Saya sudah cari kemana-mana, tapi tidak ketemu. Tapi pesan di inbox masih ada. Saya sudah screenshot untuk dijadikan bukti laporan,” katanya.

Ramuan tradisional yang katanya bisa menggugurkan kandungan. Menurut T, obat diberikan oleh AN.
Ramuan tradisional yang katanya bisa menggugurkan kandungan. Menurut T, obat diberikan oleh AN.

Herman Misa, Ketua Rt 018 yang juga paman T, mengatakan, pihaknya telah berusaha menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan di tingkat RT, tapi AN tetap tak mau bertanggungjawab.

“Pelaku ini sudah dua kali kasi hamil anak orang. Dulu kasi hamil anak tetangga, tapi tidak mau tanggungjawab. Sekarang ini kasi hamil lagi yang ini, juga tidak mau tanggungjawab. Makanya kami akan lapor ke polisi. Kurangajar sekali dia. Dia itu ikut bapaknya. Bapaknya itu baru-baru ini bawa lari orang punya istri. Istri orang itu tetangga rumah. Rumahnya berdekatan dengan rumah mereka (keluargaAN). Sampai sekarang istri orang itu masih jadi istrinya,” beber Misa.

Sementara AN yang tinggal di Rt 028 Rw 011, Kelurahan Naikoten 1, Kecamatan kota Raja, Kota Kupang, tak berhasil ditemui SERGAP.

“N lagi ke kampus pak. Dia ada urus skripsinya,” ujar J, kakak kandung AN.

J yang ditemani A, ibunya, membenarkan jika kasus asmara antara T dan AN telah diurus di RT.

“Kesepakatannya kita di RT, kita tunggu hasil tes DNA. Dan, hari Minggu besok, kita akan sama-sama tanda tangan surat pernyataan itu di RT. Tapi kenapa tiba-tiba mau lapor polisi,” tanya J.

J mengaku, ia dan ibunya telah berulangkali bertanya kepada AN, dan AN menjawab bahwa dia tidak punya hubungan asmara dengan T.

“Yah.. kami percaya. Apalagi selama pacaran yang kata T sejak tahun 2014 itu, kami tidak pernah tahu. Kan biasanya kalau ada saudara pacaran, apalagi dalam waktu yang lama, pasti orang rumah tahulah. Tapi ini kami tidak pernah tahu,” kata J.

“Anak muda sekarang itu kan kalau pacaran, mesra-mesra, atau foto bersama pacar, sering pajang di facebook, tapi ini tidak ada sama sekali. Makanya saya kaget ketika T mengaku hamil dengan saudara saya. Kepada saudara saya, dia mengaku hamil 2 bulan. Kepada saya, dia mengaku hamil 5 bulan. Yang benar yang mana?,” tanya J.

A, ibu AN, mengatakan, dia juga sudah berulangkali menanyakan AN, tapi AN kukuh mengaku bahwa bukan dia yang menghamili T.

“Saya bilang ke anak saya, mama juga butuh cucu dari lu (kau), apalagi lu anak laki satu-satunya di rumah ini. Kalau memang betul itu lu punya perbuatan, maka nikahi saja dia. Kasihan janin yang ada di kandungannya itu. Tapi dia (AN) bilang, mama… itu bukan beta (saya) punya anak. Bagaimana beta harus bertanggungjawab,” beber A.

Kata A, berdasarkan pengakuan AN, AN hanya diminta tolong oleh T untuk mengantar T ke dukun dengan bayaran Rp 1 juta dan sudah dipanjar Rp 400 ribu.

“Dia (AN) mengaku begitu. Makanya ketika diminta untuk bertanggungjawab, dia tidak mau,” ucap A. (red/red)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.