CN saat mendatangi Polsek Kelapa Lima, Jumat (22/5/20) malam.
CN saat mendatangi Polsek Kelapa Lima, Jumat (22/5/20) malam.

sergap.id, KUPANG – CN, warga RT025 Rw009 Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, mengaku, dirinya dikeroyok oleh MC dan TP hingga menyebabkan luka di sejumlah bagian tubuhnya.

Kasus ini telah dilaporkan ke Polsek Kelapa Lima dan teregistrasi dengan Nomor Laporan Polisi: STTLP/100/V/2020/Sektor Kelapa Lima tanggal 14 Mei 2020.

Kepada SERGAP di ruang Reskrim Polsek Kelapa Lima, Jumat (22/5/20) malam, wanita kelahiran 18 Desember 1981 ini, mengatakan, ia dikeroyok saat akan keluar dari kamar WC.

Apa penyebabnya?

Cerita awalnya, CN memiliki hubungan pertemanan dengan D, seorang anggota polisi. Kata CN, dia dan D telah berteman sejak masa sekolah dulu.

Sebelum terjadi pengeroyokan, D meminta tolong kepada CN untuk membeli sebuah lampu rumah berbentuk bulat untuk dipasang di rumahnya.

CN pun menurut.

Karena itu, selepas kerja,  malam harinya, CN yang bekerja pada sebuah bank swasta di bilangan Kuanino, Kota Kupang, langsung mengantar lampu pesanan D.

Namun sesampainya di rumah D di Perumahan Puri Lasiana, Keluarahan Lasiana, Kelapa Lima, Kota Kupang, CN tak langsung masuk ke rumah D.

“Saat tiba di sana, saya kebelet pipis, makanya saya langsung ke kamar WC yang berada di belakang rumah D. Kebetulan kamar WC itu tidak dikunci dan biasa dipakai oleh tetangga,” katanya.

“Saat saya sedang kancing celana dan mau keluar WC, tiba-tiba pintu WC didobrak. Saya lalu ditarik keluar dan dikeroyok. Leher, tangan, dan kaki saya luka semua,” beber CN sambil menunjuk bekas luka di tangan dan di lehernya kepada SERGAP.

Menurut CN, MC yang adalah istri D mencurigai dirinya memiliki hubungan spesial dengan D.

“Padahal hubungan kami hanya sebatas teman, tidak lebih,” tegasnya.

Kata CN, TP adalah saudara dekat MC yang juga merupakan istri seorang anggota polisi.

“Mereka dua keroyok saya, makanya hari ini saya datang kesini (Polsek Kelapa Lima) untuk menanyakan kenapa mereka dua belum ditahan? Padahal setelah saya dikeroyok, mereka masih cari saya di kantor dan di rumah. Saat mencari saya, mereka tidak lagi berdua, tetapi enam orang. Saya merasa terancam, makanya saya kesini,” bebernya.

Dalam kronologi laporan polisi disebutkan, CN dikeroyok pada pukul 23.30 Wita, Rabu (13/5/20).

Sejauh ini kasus tersebut masih dalam penyidikan Polsek Kelapa Lima. Sejumlah saksi telah diperiksa, namun masih ada saksi lain yang juga harus diperiksa untuk melengkapi berkas perkara.

“Penanganan kasus ini sedang berproses. Penyidik sedang melengkapi berkas. Sebagian saksi sudah diperiksa, tapi masih ada saksi lain yang perlu dimintai keterangannya. Bahkan besok (Sabtu, 23/5/20) akan gelar perkara ini di Polres Kupang Kota,” kata Kapolsek Kelapa Lima, AKP. Andri Setiawan, SH, SIK melalui Panit 1 Reskrim Polsek Kelapa Lima, Ipda. Dominggus Duran, SH, menjawab pertanyaan CN.

Kepada CN, AKP Andri pun memastikan kasusnya tetap diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Kita on the track. Hasil visum (CN) sudah kita ambil. Cuma saksi-saksi harus kita periksa semua. Terakhir nanti kita akan konfrontir (pelapor dan terlapor),” ucap AKP Andri yang langsung diamini CN. (cis/cis)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.