Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Malaka, Yustinus Nahak didampingi Stefanus Matutina, SH saat diperiksa penyidik Polda NTT, JUmat (6/3/20).

sergap.id, KUPANG – Setelah melalui penyelidikan dan penyidikan panjang, akhirnya Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polda NTT menahan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Malaka, Yustinus Nahak, dan dua Direktur CV Timindo, yakni Severinus Devrikandus Siriben dan Egidius Prima Mapamoda, pada Jumat (6/3/20).

Ketiganya ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan terkait dugaan korupsi pada proyek pengadaan bibit bawang merah tahun 2018 yang menyebabkan negara dirugikan sebesar Rp 4,9 miliar dari total nilai proyek sebesar Rp 10,8 miliar.

Selain menahan ketiga tersangka, polisi juga akan memeriksa 6 tersangka lainnya pada Senin (9/3/20), diantaranya Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Malaka Martinus Bere, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Yosef Klau Bere, adik bungsu Bupati Malaka yang juga Kadis Perizinan Malaka Yanuarius Bria Seran, serta Toni Tanjung.

Yanuarius Bria Seran ikut ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menerima fee proyek ini.

Sebelum ditahan, Nahak, Siribin dan Mapamoda terlebih dahulu diperiksa kesehatan mereka di Rumah Sakit Titus Ully Kupang.

Ketiganya lantas ditahan di sel Mapolres Kupang Kota dan akan menjalani masa penahanan selama 20 hari kedepan.

Severinus Devrikandus Siriben saat diperiksa penyidik Polda NTT, Jumat (6/3/20).

Penyidik Tipikor Polda NTT, Aipda Noldy R. Ballo, S.AP, MH kepada wartawan memastikan bahwa setelah ketiga tersangka itu, pihaknya telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap 6 tersangka lain pada Senin (9/3/20).

Dalam pemeriksaan Jumat (6/3/20) pagi tadi, ketiga tersangka itu tampak didampingi pengacara Stefanus Matutina, SH.

Kasus dugaan korupsi ini sudah terindikasi sejak awal pelelangan. Saat itu Direktur CV Analisa Jaya, Maimun Ichsan, sempat melakukan protes terhadap penunjukan CV Timindo sebagai pemenang proyek.

Sebab perusahaannya dinyatakan gugur dengan alasan yang tidak jelas.

“Sangatlah naif dan lucu ketika CV kami digugurkan dikarenakan perusahaan pendukung menampilkan spesifikasi teknis yang tidak sesuai. Padahal bobot penilaian spesifikasi teknis sudah kami lampirkan tersendiri beserta gambar,” beber Ichsan kepada SERGAP.

Ketiga tersangka sebelum ditahan di sel Polres Kupang Kota, Jumat (6/3/20).

Ironisnya, proyek ini tidak dikerjakan oleh CV Timindo sesuai spesifikasi dan Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang benar. Akibatnya negara dirugikan sebesar Rp 4,9 miliar. (seldy/res)