Yanto Meka bersama dua relawan CREDO foto bersama di depan Unit Karantina Turekisa, Rabu (9/9/20).
Yanto Meka bersama dua relawan CREDO foto bersama di depan Unit Karantina Turekisa, Rabu (9/9/20).

sergap.id, TUREKISA – Pasca Bakal Calon Bupati Kabupaten Ngada, Kristoforus Loko, terkonfirmasi postif corona dan menjalani karantina terpusat di RST Wira Sakti Kupang sejak Selasa (8/9/20), kini puluhan relawan paket CREDO (Kristoforus Loko – Emanuel Dopo) juga menjalani karantina terpusat di Unit Karantina Covid-19 Turekisa di jalan Bajawa-Ende, Kecamatan Golewa Barat, Ngada.

“Kami sadar karena selama ini kami sering berkomunikasi intens dengan Pak Kristo Loko. Karena itu setelah mendengar beliau positif corona, maka kami langsung beinisiatif untuk dikarantina,” ujar Yanto Meka, salah satu relawan paket CREDO yang juga ikut dikarantina di Turekisa sejak Rabu (9/9/20) pagi.

Kepada SERGAP, Yanto mengaku, selain dirinya, ada puluhan relawan CREDO lainnya yang juga sudah dikarantina, diantaranya Entyn Koli, Heri Milo Ngiso, Vian Prada, dan Dody Pea.

Ada juga relawan yang melakukan karantina mandiri di rumah masing-masing.

“Kami relawan CREDO sadar betul untuk mengikuti protokol kesehatan sesuai dengan aturan Satgas Covid Kabupaten Ngada. Itu karna kami pernah melakukan komunikasi intens dengan Pak Kristo Loko. Kami mohon doa dari seluruh masyarkat Ngada,” pinta Yanto Meka.

Sementara itu, Ketua KPU Ngada, Stanislaus Neke, menjelaskan, dari 5 pasang bakal calon bupati dan wakil bupati Ngada yang diuji swab sejak tanggal 6 sampai 7 September 2020 di RSUD WZ Yohanes Kupang, hanya Kristo Loko yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Karena itu, Selasa (8/9/20) pagi, pukul 10.00 Wita, paket CREDO dibatalkan pemeriksaan kesehatannya, baik di RSUD WZ Yohanes Kupang, maupun di BNN dan Psikotes di Hotel Naka Kupang.

Penundaan pemeriksaan kesehatan ini berdasarkan rapat pleno KPU Ngada pada Selasa (8/9/20), setelah KPU Ngada menerima hasil swab milik Kristo Loko dari Dinas Kesehatan Provinsi NTT dan surat pemberitahuan dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Ngada.

Penundaan pemeriksaan kesehatan ini bukan hanya berlaku bagi Kristo Loko, tapi juga Emanuel Dopo.

“Penundaan ini maksudnya, jika dia sudah dinyatakan negatif corona, maka dia akan melanjutkan pemeriksaan kesehatan. Jika sampai tanggal penetapan calon, beliau masih positif, maka kita belum bisa menetapkan beliau sebagai calon. Kita tunda penetapannya. Sedangkan yang lain kita tetapkan duluan. Dan, jika sampai pada tahap pengundian nomor urut beliau masih positif, maka penarikan nomor urut hanya berlaku bagi 4 paslon. Sementara yang bersangkutan mendapat nomor urut terakhir (nomor urut sisa atau nomor yang tidak ditarik oleh 4 paslon lain). Jika sampai pada masa kampenye beliau masih positif, maka beliau tidak bisa ikut kampanye. Ini berlaku sampai dia negatif. Jika sudah negatif, maka tahapan selanjutnya dia boleh ikut,” tegas Stanislaus kepada SERGAP di RSUD WZ Yohanes Kupang, Rabu (9/9/20) pagi.

Kristo Loko akan menjalani masa karantina selama 14 hari sesuai

terhitung sejak tanggal 8 September 2020 hingga tanggal 21 September 2020 atau dua hari sebelum penetapan bakal calon menjadi Calon Bupati dan Wakil Bupati tanggal 23 September 2020. Sementara pengundian dan pengumuman nomor urut akan dilakukan pada tanggal 24 September 2020.

Bagi Anda yang telah melakukan tes dan memiliki hasil positif, berikut adalah panduan melakukan isolasi mandiri dari Kemenkes RI:

  1. Selalu memakai masker kemanapun anda berada, walaupun di rumah sekalipun. Setelah itu, segera buang masker jika sudah selesai digunakan. Usahakan gunaan masker yang benar-benar aman bagi kesehatan dan selalu ganti masker setiap hari.
  2. Tetaplah di rumah jika sedang sakit dan mengalami gejala demam, flu, ataupun batuk. Jangan pergi ke tempat-tempat umum untuk mencegah penularan virus ke masyarakat.
  3. Jika anda ingin berkonsultasi terkait kondisi anda saat ini, hubungi tenaga medis melalui portal informasi online atau telemedicine. Ceritakan secara detail kondisi atau gejala yang anda rasakan, dan daerah mana saja yang pernah anda kunjungi.
  4. Gunakan kamar yang terpisah dari anggota keluarga lain ketika di rumah. Usahakan melakukan berbagai pekerjaan anda di rumah. selain itu, selalu jaga jarak sejauh 1 meter dari anggota keluarga lain.
  5. Lakukan pengecekan suhu badan harian. Selalu pantau juga kondisi batuk dan sesak nafas yang kira-kira anda alami. Jangan gunakan peralatan yang sama dengan anggota keluarga lain.
  6. Selalu terapkan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat), konsumsi makanan bergizi, dan selalu rutin cuci tangan menggunakan sabun melalui 6 langkah selama 20 detik.
  7. Jaga kebersihan interior rumah dengan cairan disinfektan. Selain itu, berjemurlah di bawah sinar matahari selama kurang lebih 15 hingga 30 menit setiap harinya.
  8. Hubungi segera tindakan medis untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut jika sakit semakin parah.
  • Mengapa Harus Isolasi Mandiri?

Pakar kesehatan merekomendasikan karantina diri berlangsung selama kurang lebih 14 hari. Dua minggu menjadi waktu yang cukup untuk mengetahui apakah gejala menjadi lebih parah atau tidak.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), isolasi dapat direkomendasikan untuk individu yang diyakini telah terpapar penyakit menular Covid-19, tetapi tidak bergejala.

Selain memantau jika gejalanya berkembang, berada di karantina berarti seseorang yang mungkin terpapar tidak akan menularkan penyakit kepada orang lain, karena mereka tinggal di rumah.

Bagi orang-orang yang dipastikan memiliki Covid-19, isolasi adalah langkah tepat.

Isolasi adalah istilah perawatan kesehatan yang berarti menjauhkan orang-orang yang terinfeksi penyakit menular dari mereka yang tidak terinfeksi. (cis/nto)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.