
sergap.id, NANGADHERO — Peristiwa kematian Prada Lucky Namo, anggota TNI Batalyon Waka Nga Mere pada 6 Agustus 2025 lalu, hingga kini masih jadi perbincangan masyarakat Nagekeo.
Kamaria Zainudin, yang sehari-hari berprofesi sebagai Ojek Online (Ojol), mempunyai cerita sendiri tentang Prada Lucky Namo.
Dia mengaku sempat melihat Prada Lucky pada 2 Agustus 2025 sekitar pukul 09.30 Wita, ketika sedang mengantar penumpang berobat ke Puskesmas Kota Danga.
Kamaria yang ditemui SERGAP di kediamannya di Desa Nangadhero, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, pada Jumat (29/8/25), juga mengaku, kondisi Prada Lucky saat itu tampak lemah. Ia kesulitan berjalan dan di beberapa bagian tubuhnya penuh luka lebam.
Berikut petikan wawancara wartawan SERGAP dengan Kamaria:
Menurut informasi, ibu sempat melihat saat Prada Lucky diantar ke Puskesmas Danga?
Betul. Waktu itu, kira-kira jam setengah sepuluh lah. Saya ada terima orderan dari seorang pelanggan yang waktu itu antarnya ke Puskesmas Kota. Waktu masuk (area Puskesmas) saya berpapasan dengan Anggota TNI yang bawa korban. Saya sempat lihat salah satu TNI (Prada Lucky). Saya punya pelanggan tanya, bibi itu kenapa? Saya jawab, saya juga kurang tahu.
Gimana kondisi Prada Lucky saat ibu lihat?
Lemah. Terus saya punya pelanggan bilang, Bibi, kenapa dia luka semua badannya? Mungkin dia jatuh motor? Apa mungkin karena jalan atau medan di sini yang belum mereka kuasai? Saya sempat lihat korban waktu turun dari mobil itu, keadaannya lemah. Sempat juga saya bertatapan muka dengan korban. Mukanya hitam, kayak bengkak bengkak begitu.
Berapa orang yang antar Prada Lucky?
Ada tiga orang. Mereka perhatikan juga saya. Jadi saya takut. Jadi saya langsung start motor, langsung pulang ke kota untuk cari lagi penumpang.
Kapan ibu tahu Prada Lucky meninggal dunia?
Waktu aku saya lihat di postingan facebook. Saya sempat bilang ke suami, ini dimana ya? Suami saya bilang, dia tidak tahu. Saya bilang, ini ada salah satu meninggal di rumah sakit. Kamu cari tahu dulu. Terus saya juga cari lagi (di FB). Pas mereka posting mukanya, saya kaget. Saya bilang, ih ini muka ini pernah saya lihat. Jadi suami tanya lihat dimana? Saya jawab, saya lihat pas antar pelanggan ke Puskesmas. Saya langsung telpon pelanggan. Saya bilang, ibu tolong buka dulu itu postingan (facebook). Ibu itu kaget. Pelanggan bilang Bibi tunggu saja besok pagi. Nanti saya kontak dulu teman yang ada di rumah sakit. Jadi besok paginya ibu itu bilang ke saya, betul sudah, bibi itu orang yang kita lihat penuh luka-luka itu. Setelah almarhum meninggal tanggal 6 Agustus (2025) itu, saya langsung ingat, kalau pernah saya lihat dia di puskesmas. Turut berduka cita! (sg/sg)































