Paulus Soliwoa dan Gregorius Upi Dheo atau PASGUD di Desa Piga, Kecamatan Soa, Kabupaten Ngada, Minggu (27/9/20).
Paulus Soliwoa dan Gregorius Upi Dheo atau PASGUD di Desa Piga, Kecamatan Soa, Kabupaten Ngada, Minggu (27/9/20).

sergap.id, SOA – Kecamatan Soa telah ditetapkan sebagai kota pendukung ibu kota Kabupaten Ngada, Bajawa. Bahkan Soa ditetapkan juga sebagai pintu masuk utama Ngada.

Demikian disampaikan Bupati yang juga Calon Bupati Ngada periode 2020-2024, Paulus Soliwoa, dihadapan masyarakat Desa Piga, Kecamatan Soa, Minggu (27/9/20) siang.

“Pengembangan ibu kota akan dilakukan terus menerus ke arah So’a. Karena So’a menjadi pintu masuk utama ke Ngada. Karena di sini ada Bandara. Di sini kita sudah bangun jalan dua jalur dan ruas jalan yang lain akan kita tingkatkan mulai tahun (2020) ini,” ujar politisi Nasdem yang mendampingi Marianus Sae sejak 2010 sebagai Bupati dan Wakil Bupati Ngada itu.

Menurut Paulus, So’a menjadi kota penyanggah Bajawa telah ditetapkan sejak tahun 2010.

“Karena itu, saya dan Pak Marianus memfokuskan pembangunan ke So’a. Itu sebabnya wajah pembangunan Soa hari ini lebih cantik dari kemarin. Namun pekerjaan membangun So’a sebagai kota pendukung belum selesai, walaupun sudah 10 tahun saya dan Pak Marianus pimpin Ngada. Kita masih butuh waktu lagi. Karena itu kita harus lanjutkan. Setuju?,” ucap Paulus disambut jawaban setuju dan tepuk tangan meriah dari para hadirin.

Paulus mengakui selama 8 tahun bersama Marianus Sae dan 2 tahun menjadi Bupati Ngada pasca Marianus ditetapkan sebagai Calon Gubernur NTT 2018-2023, pembangunan di Ngada belum mencapai target.

“Saya atas nama Pak Marianus minta maaf jika kerja kami selama 10 tahun belum memuaskan. Kami yang 10 tahun pimpin Ngada saja belum selesai bangun Ngada. Apalagi masa jabatan kedepan (Pilkada 2020-2024) yang praktis hanya 2 tahun kita bisa menjalankan visi misi yang kita inginkan (jika orang lain yang jadi bupati-wakil bupati). Karena itu, mari kita lanjutkan pembangunan ini menuju masyarakat yang lebih sehatera, menuju daerah yang lebih sejahtera,” ajaknya.

Ia berjanji akan terus melanjutkan pembangunan dari desa sesuai visi misi yang telah ia jalankan bersama Marianus Sae sejak tahun 2010.

“Di Pilkada kali ini saya maju bersama Pak Greg (Gregorius Upi Dheo) atau PASGUD. Kami akan melanjutkan program membangun dari desa. Ada yang bilang program ini kami tiru orang punya. Ha??? Lalu ada yang bilang mereka bagian dari Pak Marianus Sae. Hae? Program ini sudah saya dan Pak Marianus Sae jalankan sejak tahun 2010 dan saya ini bagian dari Pak Marianus Sae, karena saya mendampingi Pak Marianus Sae sejak tahun 2010. Saya berada dalam sistim pembangun. Yang lain kan masih akan…akan..,” sindirnya.

Paulus menjelaskan, banyak kesuksesan yang telah ia buat untuk Ngada, termasuk kesuksesan memimpin Ngada bersama Marianus Sae.

“Selama 2 tahun menjadi Bupati Ngada, saya juga sudah buat banyak. Tapi saya tidak suka mengumbar kesuksesan lewat media massa,” tegasnya.

Sejumlah analis menyebut ada perbedaan karakter antara Marianus Sae dan Paulus Soliwoa.

Jika Marianus bekerja dibarengi pencitraan yang terukur, maka Paulus lebih cenderung bekerja dalam diam. Itu sebabnya, kesuksesan Paulus tidak banyak diketahui publik. (TM/TM)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.