Laptop rusak yang sudah dikembalikan Samuel Pakereng ke Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT.

sergap.id, KUPANG – Samuel Pakereng, salah satu Staf Ahli Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), hingga kini belum mengembalikan laptop milik Biro Humas dan Protokol (BHP) Setda Provinsi NTT.

Barang milik daerah yang dikelola BHP tersebut dibawa pulang oleh Samuel Pakereng sejak VBL mencopotnya dari jabatan Kepala BHP pada 15 Februari 2019 lalu.

Saat ditemui SERGAP di ruang kerja Staf Ahli Gubernur NTT pada Rabu 27 November 2019, Pakereng mengaku akan mengembalikan laptop itu pada tanggal 20 Desember 2019, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) berdirinya Provinsi NTT ke 61.

Namun hingga kemarin, Kamis, 23 Januari 2020, Pakereng belum juga mengembalikannya.

“Belum kasi kembali,” tegas Kepala Sub Bagian (Kasubag) Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum (PPU), BHP Setda Provinsi NTT, Valeri Guru saat ditemui SERGAP, Kamis (23/1/20).

Saat menjabat Karo BHP, Pakereng diketahui memakai dua buah laptop merk Accer. Satunya dikembalikan dalam keadaan rusak dan terdapat goresan nama anaknya. Sedangkan yang satunya lagi hingga hari ini masih ia gunakan.

Saat berpapasan dan ditanyai SERGAP beberapa waktu lalu, Pakereng menghindar. Ia tampak tak ingin menjawab pertanyaan soal laptop.

Padahal laptop itu harus dikembalikan karena merupakan barang milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT yang dikelola oleh BHP Setda Provinsi NTT sesuai amanat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah.

Apalagi di BHP sendiri masih mengalami kekurangan perangkat laptop dan komputer.

Setiap hari, untuk menjalankan tugas dan fungsi sebagai corong pemerintah, termasuk membuat siaran pers (sipers) kegiatan Gubernur dan Wakil Gubernur, sejumlah staf di BHP terpaksa menggunakan laptop milik pribadi.

“Kita ini ada barang, tapi seolah tidak ada barang. Mentang-mentang mereka (Pakereng) pejabat, barang milik biro mereka bawa pulang seenaknya. Tidak tau malu! Kirim ayat suci tiap minggu lewat HP, tapi perilaku korup belum hilang juga,” timpal salah satu staf BHP saat SERGAP sedang duduk berhadapan dengan Valeri Guru.

Rp 10 Juta

Selain masalah Laptop, Pakereng juga terbelit kasus jual beli mobil senilai Rp 10 juta.

Semasa menjabat sebagai Karo BHP, Pakereng berikan uangnya itu kepada Kepala Bagian (Kabag) Pers BHP Setda Provinsi NTT, Pit Seran, sebagai uang panjar beli mobil Innova milik relasi Pit Seran. Namun akhirnya Pakereng tak jadi membeli mobil itu.

Belakangan Pakereng meminta Pit Seran untuk mengembalikan uangnya itu. Namun Pit Seran tak menurut. Karena itu, kata sejumlah staf di BHP, beberapa kali Pakereng meminta bantuan Kepala BHP, Jelamu Ardu Marius, untuk menagih uangnya di Pit Seran.

“Itu uang muka beli mobil. Perjanjiannya, kalau tidak jadi beli, ya uangnya hangus. Saya tidak mungkin kembalikan uang itu. Apalagi  saya tahu uang itu sumbernya dari mana,” kata Pit Seran kepada SERGAP beberapa waktu lalu.

Kabarnya, uang Rp 10 Juta itu bukan milik pribadi Pakereng, tapi ia ambil (korupsi) dari pos belanja BHP yang item anggarannya untuk biaya peliputan wartawan atau staf BHP yang diajak Gubernur atau Wakil Gubernur ke daerah-daerah.

Beta tau itu uang asalnya darimana. Jadi, beta sudah WA dia (Pakereng), bu… (teman) jangan ngoceh-ngoceh lagi itu masalah laptop. Diam saja! Lama-lama wartawan bongkar semua bu punya borok di Biro Humas sini. Lama-lama semua kita masuk penjara,” beber Pit Seran.

Semasa menjabat sebagai Kepala BHP, Pakereng juga diketahu kerap meminta fee dari wartawan, baik fee yang berasal dari biaya perjalanan dinas mendampingi gubernur dan wakil gubernur, maupun fee dari biaya kerjasama antara media dengan BHP.

Beta juga diminta fee saat beta mau cairkan uang kerjasama publikasi kegiatan gubernur dan wakil gubernur. Waktu itu dia minta Rp 5 juta. Beta tolak! Ahhh… apa-apaan ini. Karena menurut beta, ini perilaku meras yang sudah tidak terkontrol. Masa wartawan juga mau ‘diembat’. Sampai saya berpikir begini, ah ini orang sehat atau sakit jiwa ya…,” ucap PEAE, wartawan salah satu radio di Kota Kupang saat bincang-bincang dengan SERGAP, belum lama ini. (cis/cis)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.