Para medis saat mendatangi gedung DPRD Kabupaten Malaka, Kamis (28/1/21).
Para medis saat mendatangi gedung DPRD Kabupaten Malaka, Kamis (28/1/21).

sergap.id, BETUN – Kamis (28/1/21) siang, ratusan tenaga medis di Kabupaten Malaka menggelar aksi demo di Gedung DPRD Malaka. Mereka tak terima dikatai sebagai babu dan berijasah paket.

Demonstran yang terdiri dari para dokter, bidan, perawat, dan pegawai Dinas Kesehatan (Dinkes) Malaka itu mendatangi gedung DPRD Malaka pada pukul 12.00 Wita.

Kedatangan mereka diterima oleh Wakil Ketua II DPRD Malaka, Hendrikus Fahik Taek, bersama sejumlah Anggota DPRD.

Sementara Ketua DPRD Malaka, Adrianus Bria Seran, dan Wakil Ketua I DPRD Malaka, Devi Hermin Ndolu, tidak berkantor.

Fery Fahik, salah satu demonstran, mengatakan, kedatangan mereka ke DPRD terkait pernyataan Hendrikus Fahik Taek saat berkunjung ke Rumah Sakit Penyangga Perbatasan (RSPP) Betun pada Selasa (21/1/21) sore.

Saat itu, menurut Fery, Hendrikus mengatai para medis sebagai babu dan berijasah paket.

“Tenaga medis yang bertugas saat itu merasa tidak layak dan tidak pantas di tengah masa pandemi Covid-19,” katanya.

Berikut 5 tuntutan demonstran:

  1. Mengutuk dan mengecam keras tindakan pelecehan dan arogansi terhadap profesi kesehatan Kabupaten Malaka
  2. Menuntut pemulihan nama baik profesi kesehatan dengan meminta maaf secara terbuka kepada profesi dokter, perawat, bidan dan semua tenaga profesi kesehatan lain, baik secara langsung maupun melalui media online.
  3. Menyayangkan sikap seorang wakil rakyat yang seharusnya berjuang bersama, mengedukasi dan mengayomi masyarakat agar di situasi pandemi ini masyarakat tetap mematuhi protokol covid, bukannya menyalahkan dan terkesan mengajak masyarakat untuk melawan tenaga kesehatan yang sedang berjuang bertaruh hidup dan mati untuk memerangi pandemi ini.
  4. Kami melayani dengan profesional, mengutamakan keselamatan pasien, kami bukan babu, pendidikan kami formal, bukan paket.
  5. Apabila tuntutan kami tidak diindahkan dan diklarifikasi, maka semua dokter, perawat, bidan, dan semua tenaga kesehatan lainnya akan mogok pelayanan di semua fasilitas kesehatan selama 1 minggu terhitung tanggal 29 Januari sampai dengan 04 Februari 2021.

Wakil Ketua II DPRD Malaka, Hendrikus Fahik Taek, saat menerima para demonstran tampak ramah dan mempersilahkan demonstran menyampaikan aspirasi.

“Ini rumah rakyat. Datang dan kita terima. Kita akan dengar dan menampung. Kita mengatur jalannya diskusi,” kata Hendrikus.

Saat berhadapan dengan demonstran, Hendrikus mengklarifikasi bahwa dirinya tidak pernah menyinggung perasaan tenaga medis, dan kunjungannya ke RSPP Betun adalah resmi yang diawali dengan laporan kepada pejabat di rumah sakit.

“Kehadiran saya disana sebagai wakil rakyat, karena ada keluhan masyarakat kepada saya. Saya hadir di sana untuk mengamankan situasi, silakan tunjukkan bukti kepada saya sesuai apa yang disampaikan dalam tuntutan aksi ini,” tegas Hendrikus.

Klarifikasi Hendrikus tersebut terkait keributan kecil di RSPP Betun pada tanggal 21 Januari 2021. Saat itu ada seorang pasien dengan keluhan ginjal meninggal dunia. Namun pihak RSPP Betun memvonis almarhum meninggal karena Covid-19.

Karena tak terima dengan vonis itu, keluarga almarhum pun membuat keributan di RSPP, lalu secara paksa membawa pulang jenasah.

Mendengar itu, Hendrikus pun tancap gas menuju RSPP.

“Kan jelas waktu itu saya sampaikan, kepada keluarga jenasah saya katakan, kalau kalian datang ke RSPP untuk buat onar, mohon maaf saya tidak tanggung jawab.  Coba buka kembali rekaman video pendek itu, apakah saya mengeluarkan kata-kata sesuai tuntutan adik-adik tenaga medis?,” tanya Hendrikus.

“Adik-adik tenaga kesehatan tidak tahu, apa yang kami lakukan sekarang ini, kami sementara sidang meningkatkan anggaran untuk tenaga medis, dari yang nilainya 350, akan bertambah lagi. Sebab data pencairan yang diterima DPRD, anggaran covid 19 sudah cair 100 persen,” tambah Hendrikus.

Usai bertemu DPRD, para tenaga medis pulang dengan mengenderai beberapa ambulance sambil membunyikan sirene. (sb/sb)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here