Kepala Badan Pengelola Perbatasan Provinsi NTT, Linus Lusi.

sergap.id, KUPANG – Sikap tidak terpuji dilakukan oleh Kepala Badan (Kaban) Pengelola Perbatasan Provinsi NTT, Linus Lusi. Apa pasal?  

Saat Tim Gugus Tugas (TGT) Covid-19 bentukan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wakil Gubernur NTT, Josep Nae Soi sedang berupaya mati-matian mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19 masuk ke NTT, Lusi malah meledek tim kerja yang dipimpin oleh Sekda NTT, Ben Polo Maing bersama Kadis Kesehatan NTT, Domi Mere, dan Karo Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Marius Jelamu, itu.

Lewat WhatsApp, Rabu (25/3/20) pagi, Lusi mengirim pesan kepada Kadis Kesehatan, Karo Humas, dan Kabag Pers Biro Humas, Valeri Guru, agar tidak perlu mengumpulkan wartawan dalam jumlah banyak demi penyebaran informasi tentang Orang Dalam Pantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pantaun (PDP) Covid-19.

Lusi pun memberi saran kepada Gubernur dan Wakil Gubernur agar memberi perintah kepada Tim Gugus Tugas Covid-19 untuk cukup memberi keterangan pers lewat streaming saja.

“Usul utk Pak Gubernur dan Wagub. Tim gugus tugas covid 19 provinsi NTT itu kasi keterangan pers pake live streaming saja. Toh datanya sonde up to date. Kan sudah pake anggaran utk bikin radio dan media online khusus Biro Humas tuh. Karena lucu klo Pemda minta masyarakat utk stay home dan jauhi keramaian, tp pemda sendiri yg bikin kerumunan,” tulis Lusi dalam pesan WhatsAppnya.

Dia juga meminta Tim Gugus Tugas Covid-19 tidak bicara berbelit-belit soal Covid-19.

“Sonde usa pake kebiasaan omong bataputar talalu banyak. Tinggal bikin rilis dalam bentuk vidio audio utk dimuat di media yg sudah Biro Humas bikin. Jgn (jangan) makan puji ko undang org pi bakumpul lai,” katanya.

Pesan WhatsApp Lusi tersebut langsung direspon Marius dengan menghubunginya lewat telepon dan WhatsApp.

Marius ingin meminta klarifikasi Lusi terkait pesan WhatsAppnya. Apalagi narasi dalam pesannya itu terkesan meremehkan peran Tim Gugus Tugas Covid-19 dalam mencegah virus corona. Tapi sayang, Lusi tak pernah merespon!

“Saya berkali-kali telepon dia, tapi dia tidak angkat,” beber Marius saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Jumat (27/3/20) sore.

“Tiba-tiba dia bilang kita makan puji, makan puji untuk apa? Ini kerja pelayanan. Ini tugas kita, termasuk memberi infomasi yang lengkap kepada masyarakat agar masyarakat tidak panik. Ini juga perintah pak Gubernur dan Wakil Gubernur agar kita bekerja all out untuk kepentingan masyarakat,” tegas pria yang juga menjabat sebagai Jubir Tim Gugus Tugas Covid-19 itu.

Menurut Marius, Lusi seharusnya ikut bekerja dan mendukung Tim Gugus Tugas Covid-19. Bukan malah melemahkan tim yang sedang bekerja mati-matian mencegah penyebaran virus corona di NTT.

Sebab setiap hari, setiap jam, bahkan setiap menit, Tim Gugus Tugas Covid-19 harus terus menerus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk dengan para pihak di kabupaten/kota untuk mendeteksi kemungkinan adanya penambahan ODP dan PDP baru, sekaligus terus memantau perkembangan kesehatan ODP dan PDP yang telah terdata.

“Saya kecewa. Kita kerja setengah mati, tapi dia katai kita makan puji. Coba dia ikut kerja baik, tapi ini tidak. Saya tidak pernah lihat batang hidungnya di Posko Covid-19,” ucap Marius dengan sedikit nada tinggi.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Marius Jelamu, sedang memperlihatkan data ODP Covid-19 kepada Okto, Wartawan INews TV.

Kekecewaan terhadap Lusi juga disampaikan oleh Valeri Guru.

“Pernyataan pak Kaban itu lebih jahat dari Covid-19. Dia bikin kita langsung lockdown. Dia buat tim patah semangat,” ujar Valeri dengan mimik serius.

Kata Valeri, sebagai Kepala Perbatasan yang wilayah kerjanya juga rentan menjadi pintu masuk virus corona ke NTT, Lusi seharusnya ikut bekerja sungguh bersama Tim Gugus Tugas Covid-19.

“Jangan hanya duduk-duduk di rumah lalu tangan pegang HP terus buat pesan WhatsApp yang isinya meremehkan kerja tim. Padahal kita disini kerja dari pagi sampai malam yang tujuannya untuk memastikan keadaan masyarakat tetap aman terkendali dari pengaruh buruk Covid-19,” tohoknya.

  • Tidak Etis dan Tidak Mendidik

Wartawan yang juga Pemimpin Redaksi MediaNTT.Com, Joseph Diaz, menilai, pernyataan yang dikirim oleh Lusi melalui WhatsApp kepada Kadis Kesehatan, Karo Humas, dan Kabag Pers, sangatlah tidak etis dan tidak mendidik.

“Seharusnya sebagai sesama pejabat publik, Lusi memberikan apresiasi dan penghargaan terhadap kerja keras Tim Gugus Tugas Covid 19 dalam upaya mencegah corona virus. Bukannya malah berusaha mencederai spirit tim untuk terus melakukan update data terbaru tentang Covid-19,” tegasnya.

Menurut Diaz, jika Lusi malas bekerja, sebaiknya Lusi bersikap diam. Agar tidak menimbulkan kegaduhan di tengah perjuangan Tim Gugus Tugas Covid-19 dalam mencegah virus corona.

“Sangat tidak etis menilai yang berlebihan dan tanpa dasar. Karena Kadis Kesehatan, Karo Humas dan stafnya sebagai  bagian dari Gugus Tugas Covid-19 telah bekerja maksimal siang dan malam untuk memberikan informasi terbaru soal Covid 19 dan dampaknya,” tandasnya.

Joseph Diaz (topi putih) saat sedang bersama Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, Sekda NTT Ben Polo Maing, dan Karo Humas dan Protokol NTT Marius Jelamu di ruang Biro Humas dan Protokol NTT.

“Pejabat seperti ini pantas untuk dievaluasi, karena tidak kooperatif dan tidak menjaga etika pemerintah. Yang punya otoritas menilai pejabat itu adalah Gubernur dan Wakil Gubernur, bukan sesama pejabat yang kerjanya tidak jelas,” tutup Diaz.

  • Pengecut

Saat dihubungi SERGAP via WhatsApp pada Kamis (26/3/20) malam, Lusi mengaku, pernyataan yang ia kirim kepada Kadis Kesehatan, Karo Humas dan Kabag Pers, bukan dibuat olehnya.

“Oh ini, orang naikan di grup, ku share di pa karo, pa kadis kesehatan, dan pa veri (Valeri) untuk dibaca,” katanya.

Ketika ditanya, lantas siapa yang buat pertanyaan itu? Namun Lusi pun tak pernah membalas hingga berita ini dipublikasi.

Valeri mengaku, dirinya juga sudah berulangkali berusaha meminta klarifikasi dari Lusi, namun Lusi tak pernah merespon.

“Saya ulang kali telepon dia, tapi dia tidak angkat. Enam kali saya WA dia, dia baca habis, dia tidak balas,” paparnya.

Valeri Guru

Valeri berharap Lusi tidak bersikap seperti pengecut.

“Bersikap gentle sedikit lah. Karena pernyataan itu telah membuat banyak orang kecewa,” pungkasnya. (cis/cis)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.