Juru Bicara Penanganan Covid-19 di NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si.

sergap.id, KUPANG – Juru Bicara Penanganan Covid-19 di NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si, mengatakan, hingga Kamis (26/3/20) malam, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di NTT meningkat menjadi 301 orang.

“Ya, hingga malam ini pukul 21.00 Wita jumlah ODP Covid-19 sebanyak 301 orang. Siang tadi berjumlah 254 orang. Ini berarti ada tambahan jumlah ODP sebanyak 71 orang,” ujar Marius kepada wartawan di ruang Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Kamis (26/03/20) malam.

Marius merinci, di Kota Kupang ODP sebanyak 48 orang, yang sembuh 10 orang, 36 karantina mandiri di rumah masing-masing, 2 rawat inap di Rumah Sakit Prof. Dr. W. Z. Johanes Kupang.

  1. Kabupaten Lembata berjumlah 12 orang, sembuh 3 orang, 9 karantina mandiri.
  2. Kabupaten Manggarai Barat 38 orang, semuanya karantina mandiri.
  3. Kabupaten Kupang 9 orang, semuanya karantina mandiri.
  4. Kabupaten Sikka 39 orang, sembuh 11 orang, 28 karantina mandiri.
  5. Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) 15 orang, semuanya karantina mandiri.
  6. Kabupaten Manggarai Timur 6 orang, 5 karantina mandiri, 1 orang rawat inap di Rumah Sakit Ben Mboi Ruteng.
  7. Kabupaten Flores Timur 5 orang, semuanya karantina mandiri.
  8. Kabupaten Malaka 1 orang dan kini sedang rawat nginap di Rumah Sakit Prof. Dr. W. Z. Johanes Kupang.
  9. Kabupaten Alor 1 orang, sudah sembuh.
  10. Kabupaten Sumba Timur 30 orang, 29 karantina mandiri, 1 orang sedang rawat nginap di Rumah Sakit Umbu Rarameha.
  11. Kabupaten Belu 18 orang, 17 karantina mandiri, 1 orang sedang rawat inap di Rumah Sakit Prof. Dr. W.Z. Johanes Kupang.
  12. Kabupaten Sumba Barat Daya 13 orang, semuanya karantina mandiri.
  13. Kabupaten Ende 5 orang, 1 sembuh, 4 sedang karantina mandiri.
  14. Kabupaten Manggarai 6 orang, semuanya karantina mandiri.
  15. Kabupaten Rote Ndao 20 orang.
  16. Kabupaten Sumba Tengah 4 orang.
  17. Kabupaten Ngada 14 orang.
  18. Kabupaten Nagekeo 14 orang, 1 orang sedang rawat nginap di rumah sakit TC Hilers Maumere, 13 orang karantina mandiri.
  19. Kabupaten Sabu Raijua 3 orang.

Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di NTT berjumlah 3 orang, 1 meninggal, 1 sembuh, dan 1 sedang dirawat di Rumah Sakit Komodo Labuan Bajo, Kabupaten Mabar.

  • Tes Sampel Darah di Jakarta

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Dominikus Minggu Mere, menjelaskan, ada 19 sampel darah ODP di NTT yang dikirim dan diperiksa di Laboratorium Puslitbang Kementerian Kesehatan RI di Jakarta.

“5 sudah diketahui hasilnya negatif (corona), termasuk dua sampel yang dirawat di Maumere  dan pasien yang berasal dari Lembata. Hasilnya sudah kita peroleh hari ini dan sudah disampaikan kepada para pihak. Kemudian yang 14 nya kita masih menunggu hasil  dari Kementerian Kesehatan,” papar Mere kepada wartawan, Kamis (26/3/20) siang.

  • On The Job Training

Guna menyamakan persepsi dalam penanganan Covid-19 di NTT, Dinas Kesehatan Provinsi NTT akan melaksanakan on the job training selama dua hari, mulai Jumat hingga Sabtu (27-28/3/20), di Rumah Sakit Prof. W Z Yohannes Kupang.

Menurut Mere, on the job training  akan diikuti oleh seluruh Kepala Dinas Kesehatan dari Kabupaten/Kota di NTT, Direktur Rumah Sakit dari seluruh Kabupaten/Kota di NTT, dokter spesialis paru dan dokter spesialis penyakit dalam, petugas laboratorium, serta perwakilan perawat.

“Kita berharap sekembalinya mereka dari kegiatan ini diharapkan tidak ada lagi keraguan dalam penatalaksanaan pasien Covid-19,” ucapnya.

Kata Mere, kegiatan on the job training akan diawali dengan pengarahan dari Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat .

“Arahan Bapak Gubernur pada jam 08.00 Wita dari ruangan Bapak Gubernur, karena Bapak Gubernur tidak bertemu langsung dengan peserta kegiatan,” tegasnya.

“Tentu syarat-syarat yang namanya physical distancing dan social distancing sebisa mungkin dipenuhi. Sesuai dengan protap-protap yang ada, baik dari WHO, maupun dari Kementerian Kesehatan RI,” ujarnya.

Mere menambahkan, maksud dan tujuan on the job training adalah mengurangi kesimpangsiuran informasi dalam penanganan Covid-19, serta  adanya simulasi penanganan  pasien.

Kadis Kesehatan NTT didampingi Karo Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT saat memberi keterangan kepada wartawan, Kamis (26/3/20) siang.
  • Tidak Ada Lockdown

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTT, Isyak Nuka, mengatakan, transportasi udara dan laut di NTT tetap dibuka seperti biasa.

“Tidak ada lockdown. Tidak ada penutupan bandara, dan tidak ada penutupan pelabuhan laut. Semua terbuka normal,” tegasnya.

Menurut dia, yang dilakukan sekarang adalah pengetatan pengawasan terhadap orang perorang.

“Kita dorong para operator, para pengelola bandara dan pelabuhan untuk benar-benar menggunakan protokol kesehatan,” ucapnya.

Kata Nuka, pihaknya telah meminta Pemkab Manggarai Barat untuk tidak melakukan penutupan terhadap Bandara dan Pelabuhan laut.

“Sudah diminta untuk tidak boleh melakukan lockdown,” pungkasnya. (red/sp/veri guru)