sergap.id, BAJAWA – Tersangka dugaan korupsi dana desa tahun 2015/2016 di Desa Ua, Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo sebesar Rp 629.461.114 di serahkan Polres Ngada ke Kejaksaan Negeri Bajawa, Selasa (10/9/19).

Tersangka berjumlah tiga orang, yakni Kepala Desa Ua Kristianus Mola, Sekertaris Desa Ua Efryda Welu dan Bendahara Desa Ua Hernimus Sopi.

Kepada SERGAP, Wakapolres Ngada Kompol I Nyoman Surya Wiryawan, menjelaskan, tersangka Kristianus Mola selaku pemegang kuasa pengelolaan keuangan desa dan Efryda Welu selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) yang bertindak sebagai pelaksana teknis pengelolaan keuangan desa tidak melakukan kontrol dan pengawasan terhadap pengelolaan keuangan desa dengan baik, sehingga menyebabkan terjadinya kerugian negara.

Kristianus Mola dan Efryda Welu menandatangani Laporan Realisasi Anggaran (LRA) dan Laporan Keterangan Pertangungiawaban (LKPJ), padahal keduanya mengetahui terdapat beberapa Insentif dan belanja modal yang tidak dibayarkan, namun dibuat seolah-olah telah dibayarkan dalam pertanggungjawaban keuangan desa agar desa bisa mendapatkan pencairan dana desa tahap berikut.

Sebelum menyerahkan tersangka, Senin (9/9/19) kemarin, penyidik Polres Ngada terlebih dahulu menyerahkan barang bukti ke Kejaksaan Negeri Bajawa.

“Hari ini selasa, 10 Septembar 2019, kami menyerahkan para tersangka ke kejaksaan,” ujar Wiryawan.

Para tersangka kemudian di terbangkan dari Bajawa ke Kupang via Bandara Turelelo So’a guna menjalani penahanan dan persidangan di pengadilan Tipikor Kupang.

Kerugian negara sebesar Rp 629.461.114 itu terdiri:

  1. Pengeluaran fiktif senilai Rp 164.168.876 yang terdiri dari pembayaran insentif dan honor yang belum dibayarkan sesuai bukri Rp 27.621.826 dan SPJ Fiktif senilai Rp 136.547.050.
  2. Hutang pada pihak ketiga (rekanan) senilai Rp 262.677.850.
  3. Terdapat Pemungutan Pajak yang belum di stor senilai Rp 24.808.330.
  4. Penyalahgunaan senilai Rp 177.806.058.

Penyebab kerugian tersebut adalah bendahara tidak melaksanakan tugas dan fungsi secara baik dan benar, Sekretaris Desa tidak melakukan tugas verifikasi, dan Kepala Desa tidak melaksanakan tugas sebagai pemegang kuasa pengelolaan keuangan desa dengan baik.

Akibatnya timbul potensi penyalahgunaan keuangan, dan kontrol yang tidak berjalan secara baik dan tepat guna. (bel/bel)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.