wanita dan anak di kampung adat Bena
Potret wanita dan anak di kampung adat Bena.

sergap.id, BAJAWA – Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 4 jam, tim JKW PWI akhirnya tiba di kampung adat Bena, Kabupaten Ngada.

Empat anggota tim Jelajah Kebangsaan Wartawan – PWI terdiri dari Indrawan Ibonk, Sonny Wibisono, Aji Tunang Pratama dan Yanni Krishnayanni tiba di kampung adat Bena sekitar pukul 8 malam dan di sambut dengan ramah oleh Bapak Yosef dan Mama Emi.

Beberapa tahun sebelumnya Yanni pernah datang sehingga Yanni tidak perlu memperkenalkan dirinya.

Kampung Bena adalah salah satu perkampungan megalitikum yang terletak di Desa Tiworiwu, Kecamatan Jerebuu, sekitar 19 kilo meter di selatan Bajawa, ibukota Kabupaten Ngada. Kampung ini memiliki view utama Gunung Inerie.

Penduduk Bena termasuk ke dalam suku Bajawa. Mayoritas penduduk Bena adalah penganut agama katolik. Umumnya penduduk Bena, pria dan wanita, bermata pencaharian sebagai peladang. Untuk kaum wanita masih ditambah dengan bertenun.

Kampung Bena diperkirakan telah ada sejak 1200 tahun yang lalu. Hingga kini pola kehidupan serta budaya masyarakatnya tidak banyak berubah. Dimana masyarakatnya masih memegang teguh adat istiadat yang diwariskan oleh nenek moyang mereka.

“Di kampung adat Bena ada 5 rumah adat dan 4 rumah bambu di huni 10 kepala rumah tangga kalo ada yang ingin membangun rumah tembok mereka harus meninggalkan rumah kampung rumah adat,” ungkap Bapak Yosef.

Rumah adat yang di tempati Bapak Yosef sudah berdiri tahun 1992  tapi terbakar tahun 2013 menghanguskan semua isi rumah dan api juga merembet ke rumah adat sampingnya karena jaraknya cukup dekat.

Di tahun 2018 di bangun kembali rumah adat yang sama persis besar dan ukuran rumah dengan adat ritual menghabiskan biaya sangat besar dengan memotong babi 50 ekor dan kerbau 2 ekor serta 1 ekor kuda, total di rupiahkan mencapai 500 juta. (sp/sp)

KOMENTAR ANDA?

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini