Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat saat memberi arahan dalam Rapat Kerja bersama Bupati, para Camat, Kepala Desa/Lurah, tenaga kependidikan dan tenaga kesehatan se Kabupaten Sumba Timur di Pantai wisata Londa Lima, Desa Kuta, Kecamatan Kanatang, Kamis (27/2/20)

sergap.id, WAINGAPU – Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengawali kunjungan kerjanya di Pulau Sumba dengan Rapat Kerja (Raker) bersama Bupati, para Camat, Kepala Desa/Lurah, tenaga kependidikan dan tenaga kesehatan se Kabupaten Sumba Timur di Pantai wisata Londa Lima, Desa Kuta, Kecamatan Kanatang, Kamis (27/2/20).

Dalam raker itu, VBL mengatakan, setiap tahun, NTT selalu menghadapi masalah yang sama, yakni  stunting, kemiskinan, dan pendidikan yang minim.

“Perlu dilakukan usaha yang maksimal untuk melawan angka stunting di seluruh daratan Sumba, khususnya di Kabupaten Sumba Timur ini, ” ujar VBL.

VBL mengajak semua elemen masyarakat, termasuk Pemerintah Daerah dari tingkat atas hingga bawah, Tim PKK, serta para tokoh agama untuk aktif dan serius dalam gerakan mengurangi angka stunting di NTT.

VBL berharap, semua bantuan lewat program penanganan stunting harus dilakukan dengan layanan one stop service (layanan satu atap).

“Dinas Dukcapil juga harus berperan aktif dalam membantu keluarga tidak mampu dalam pengurusan akta lahir,” pintanya.

VBL juga menyinggung soal kemiskinan dan pendidikan yang masih memprihatinkan di NTT saat ini.

“Jika kita jaga angka kelahiran pada keluarga miskin, maka angka kemiskinan bisa kita tekan semakin kecil. Saya juga berharap semua bantuan bagi keluarga miskin harus tepat sasaran. Para camat dan kepala desa harus mengawal ini dengan serius bersama dengan lembaga keagamaan. Jika ini kita semua lakukan dengan baik maka angka kemiskinan juga akan menurun sambil kita berupaya sektor ekonomi kita tingkatkan, sektor kesehatan kita jaga dengan baik maka perjalanan kita menuju NTT bangkit NTT sejahtera dapat terwujud. Tentunya dengan perencanaan yang tepat dan eksekusi yang tepat,” ujarnya.

Kedepan, VBL menginginkan adanya generasi NTT yang memiliki karakter yang baik. Untuk itu, menurut dia, sektor pendidikan harus diperhatikan dengan baik.

Di sela-sela arahannya, VBL juga menyinggung soal potensi Kelor yang memiliki protein dan gizi  tinggi. Dia yakin, dengan gerakan menanam dan konsumsi kelor, masyarakat NTT bisa mewujudkan generasi-generasi cerdas.

Terkait dengan curah hujan yang rendah di NTT tahun ini, VBL meminta pemerintah Kabupaten/Kota menggunakan dan mengerahkan  semua daya dan kemampuan untuk mengatasi keadaan tersebut.

“Tuhan memberikan kita kecerdasan dan kemampuan untuk merancang dan merencanakan sesuatu secara kreatif dalam menghadapi kondisi alam dengan curah hujan kurang yang kini dialami NTT,” tegasnya.

Peserta Raker serius mendengar arahan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, Kamis (27/2/20)

Pada tempat yang sama, Bupati Kabupaten Sumba Timur, Gideon Mbilijora, berharap kunjungan VBL dapat memotivasi seluruh masyarakat Sumba Timur untuk bangkit dari keterpurukan ekonomi menuju hidup yang sejahtera.

“Sehingga Sumba Timur semakin maju berkembang di masa-masa yang akan datang,” katanya.

Ikut hadir bersama rombongan VBL, antara lain Staf Khusus Gubernur NTT Dr. Imanuel Blegur, Dr. David B. W. Pandie, MS, sejumlah pimpinan OPD lingkup Pemerintah Provinsi NTT, Bupati dan Wakil Bupati Sumba Timur, Forkompinda Kabupaten Sumba Timur, sejumlah pimpinan OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Sumba Timur, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan tokoh perempuan. (SP/Bob Sehatu)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.