Salah satu spanduk yang dibawa Forum Masyarakat Adat Labolewa (Kecamatan Aesesa), Ndora (Kecamatan Nangaroro), dan Rendu Butowe (Kecamatan Aesesa Selatan) dalam aksi damai di Kantor Polres Nagekeo, Rabu (19/1/22)
Salah satu spanduk yang dibawa Forum Masyarakat Adat Labolewa (Kecamatan Aesesa), Ndora (Kecamatan Nangaroro), dan Rendu Butowe (Kecamatan Aesesa Selatan) dalam aksi damai di Kantor Polres Nagekeo, Rabu (19/1/22)

sergap.id, MBAY – Ratusan warga dari tiga kecamatan di Kabupaten Nagekeo yang tergabung dalam Forum Masyarakat Adat Labolewa (Kecamatan Aesesa), Ndora (Kecamatan Nangaroro), dan Rendu Butowe (Kecamatan Aesesa Selatan) mendesak pemerintah agar segera membangun Waduk Lambo.

Desakan tersebut disampaikan dalam aksi damai di Kantor Bupati Nagekeo, Kantor Pertanahan Nagekeo dan Kantor Polres Nagekeo, Rabu ( 19/1/22).

Berikut pernyataan sikap Forum Masyarakat Adat Lambo, Rendu dan Ndora:

  1. Forum Masyarakat Adat Lambo, Rendu dan Ndora adalah komunitas masyarakat adat yang sejak awal mendukung penuh pemerintah dalam pembangunan waduk di lokasi yang di telah ditetapkan oleh Gubernur NTT;
  2. Forum Masyarakat Adat Lambo, Ndora dan Rendu menuntut pemerintah dan semua pihak terkait untuk segera mempercepat pembayaran kompensasi kepada masyarakat terkena dampak sesuai dengan haknya masing masing yang terpetakan dalam peta bidang waduk Lambo;
  3. Forum Adat Masyarakat Adat Lambo, Rendu dan Ndora mengecam keras dan menolak campur tangan pihak luar yaitu Alinasi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) yang tidak berkepentingan dengan pembangunan di wilayah 3 komunitas yang dimaksud;
  4. Forum Adat Masyarakat Adat Lambo, Rendu dan Ndora hanya berkepntingan dengan pemerintah dan unsur terkait yang berwenang mengatur dan menata agar kehidupan kami di 3 wilayah desa Labolewa, Ulupulu, dan Rendu Butowe untuk keluar dari isolasi kemiskinan dan ketertinggalan, agar hidup lebih baik dan sejahterah melalui PSN waduk Mbay/Lambo.
  5. Forum Masyarakat Adat Lambo, Rendu dan Ndora memberikan ultimatum tegas kepada organisasi AMAN untuk segera keluar dari 3 wilayah komunitas adat yang di maksud, karena kehadiran organisasi AMAN tidak dibutuhkan oleh kami, dan tidak bermanfaat dalam urusan PSN waduk Mbay/Lambo;
  6. Forum Adat Masyarakat Adat Lambo, Rendu dan Ndora mengutuk keras aksi buka baju oleh sebagian kelompok mama-mama di Desa Rendu Butowe karena sangat merusak citra martabat dan harga diri kaum perempuan pada umumnya dan bertolak belakang dengan nilai-nilai budaya ketiga komunitas adat khususnya, dan Nagekeo umumnya;
  7. Forum Adat Masyarakat Adat Lambo, Rendu dan Ndora menuntut kepada pemerintah dan pihak terkait untuk konsisten dengan tahapan proses yang telah berjalan maupun yang akan berjalan, serta konsisten dengan point – point tuntutan dan pernyataan sikap yang pernah disampaikan oleh 3 komunitas adat pada saat tahapan sosialisasi pelaksanaan fisik di Kecamatan masing-masing;
  8. Forum Adat Masyarakat Adat Lambo, Rendu dan Ndora meminta aparat kepolisian untuk mengawal dan menjaga keamanan masyarakat di wilayah 3 desa selama proses pembangunan waduk Mbay/Lambo;
  9. Forum Adat Masyarakat Adat Lambo, Rendu dan Ndora mempertanyakan dasar laporan pelapor perihal penggelapan tanah terhadap 82 orang masyarakat Labolewa dan memintah Bapak Kapolres Nagekeo untuk menfasilitasi untuk mempertemukan forum masyarakat adat beserta 82 orang terlapor dengan pihak pelapor agar ada bentuk penyelesain dan kepastian hokum;

Koordinator aksi damai, Thomas Djawa Sina dan Krispin Rada, dalam orasinya pun meminta Pemerintah mengambil sikap tegas agar pembangunan waduk Lambo segera dilaksanakan. (sg/sg)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here