Beberapa wilayah Pulau Rinca terbakar pada Selasa (2/11) kemarin. Petugas internal BTNK mendapat informasi kebakaran terjadi pada Selasa (2/11) pukul 15.00 Wita.
Beberapa wilayah Pulau Rinca terbakar pada Selasa (2/11) kemarin. Petugas internal BTNK mendapat informasi kebakaran terjadi pada Selasa (2/11) pukul 15.00 Wita.

sergap.id, KOMODO – Berita pilu datang dari Kabupaten Manggarai Barat. Pulau Rinca yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) mengalami kebakaran. Untungnya api berhasil dipadamkan.

Bupati Manggarai Barat, Edi Endi, mengatakan, peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 15.25 WITA. Namun komodo dalam kondisi aman.

“Kurang lebih, (dalam) kasat mata ada 10 hektar yang terbakar. Komodo dalam kondisi aman,” ujar Edi seperti dikutip SERGAP dari detikcom, Rabu (3/11/21)

Menurut Edi, api dipadamkan mulai pukul empat sore hingga setengah tujuh malam.

Namun sejauh ini penyebab kebakaran di Pulau Rinca belum diketahui dan masih diselidiki aparat hukum.

Kepala BPBD NTT Ismail Surdi berharap ada peran serta masyarakat setempat untuk menjaga keamanan Pulau Rinca dan TNK pada umumnya.

“Tentu kita harus melakukan mitigasi supaya kalau bisa harus tertib, jangan buat rokok atau api. Atau juga pengawasan dari masyarakat sendiri, walaupun itu sebenarnya berada di dalam pengawasan TNK, kita berharap TNK bisa patroli secara rutin,” harap Ismail.

Kondisi cuaca di wilayah TNK, kata Ismail, telah turun hujan meski terjadi di beberapa lokasi saja. Namun di wilayah pantai dan pesisir, kata Ismail, hujan masih jarang turun.

Beberapa wilayah Pulau Rinca terbakar pada Selasa (2/11) kemarin. Petugas internal BTNK mendapat informasi kebakaran terjadi pada Selasa (2/11) pukul 15.00 Wita.

“Rinca bagian ujung utara/barat (yang terbakar),” kata Kepala Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) Lukita Awang.

Informasi awal, ada 43 orang terdiri atas 32 orang ranger dan 11 orang warga Rinca/Kerora yang terlibat dalam pemadam api. (el/el)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here