Kasat Reskrim Polres Nagekeo bersama tim saat pengamanan otopsi jenazah almarhum
Kasat Reskrim Polres Nagekeo bersama tim saat pengamanan otopsi jenazah almarhum Pius Roke.

sergap.id, MAUPONGGO – Kasus kematian almarhum Pius Roke (56 Tahun), warga Kampung Ledho, Desa Sawu, Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, kini sedang dalam penyelidikan aparat Polres Nagekeo.

Hal ini disampaikan Kapolres Nagekeo melalui Kasat Reskrim Polres Nagekeo, Iptu. Rifai, SH, kepada SERGAP diruang kerjanya, Rabu (3/11/21).

Menurut Rifai, permohonan agar jenazah diotopsi disampaikan oleh keluarga almarhum, karena merasa kematian almarhum tidak wajar.

Almarhum meninggal di pondok miliknya pada tanggal 14 Oktober 2021 dan oleh keluarga dimakamkan pada tanggal 16 Oktober 2021.

Keluarga almarhum menduga korban meninggal akibat dianiaya. Laporan keluarga korban tercatat dengan nomor polisi: LP/B/93/X/2021/SPKT B/ POLRES NAGEKEO/ tanggal 27 Oktober 2021 lalu.

“Berdasarkan laporan tersebut, kita melakukan penyelidikan”, ucap Rifai.

Rifai menjelaskan, di Tempat Kejadian Perkara atau TKP sudah dipasang garis polisi atau Police Line, dan  pihak keluarga almarhum meminta dilakukannya otopsi terhadap jenazah almarhum.

“Otopsi sudah dilakukan pada tanggal 1 Nopember 2021. Proses otopsi berjalan aman dan lancar. Tujuan otopsi adalah untuk kepentingan penyelidikan. Untuk itu saya minta keluarga korban untuk bersabar, percayakan Polisi akan bekerja secara profesional dalam penanganan kasus ini”, tutup Rifai. (sherif goa)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here