sergap.id, KEFA – Bupati Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Ray Fernandez, mengaku, 11 kecamatan di daerahnya mengalami gagal tanam akibat curah hujan rendah di musim penghujan tahun ini (akhir 2019 – awal 2020).

Karena gagal tanam tersebut, menurut Ray, warganya terancam mengalami kelangkaan pangan dan kelaparan.

“Tetapi, sebagai persiapan, kita sudah siapkan 100 ton beras,” ujar Ray dalam sambutannya saat menerima kunjungan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat di Balai Binmaffo, Kefa, TTU, Rabu (12/2/20).

“Terkait gagal tanam dan ancaman kelangkaan pangan ini, kami menunggu arahan pak Gubernur NTT,” ucapnya.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat saat diterima para tetua adat di Balai Binmaffo, Kefa, TTU, Rabu (12/2/20).

Pantauan SERGAP pada Rabu (12/2/20) pagi, tampak Gubernur Viktor tiba di Balai Binmaffo menggunakan mobil bernomor polisi DH 1.

Dibawah rintik hujan, sebelum memasuki Balai Binmaffo, Gubernur bersama rombongan disambut dengan dentuman drum yang dibawakan oleh anak-anak drum band Kefa.

Selanjutnya Gubernur disambut secara adat oleh lima tetua adat TTU.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat saat memasuki Balai Binmaffo, Kefa, TTU, Rabu (12/2/20).

Setelah itu Gubernur memasuki balai Binmaffo untuk  melakukan pertemuan dengan Bupati dan Wakil Bupati TTU, serta para camat, lurah, kepala desa, tenaga medis, dan tenaga pendidik se Kabupaten TTU. (sel/sel)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.