
sergap.id, KUPANG – Kebanggaan besar datang dari dunia pendidikan Kota Kupang. Sebanyak tujuh siswa-siswi SMA berhasil menembus seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan kini tengah mengikuti tahapan seleksi pusat yang berlangsung selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu, 11–13 Mei 2026 di Kota Kupang.
Mereka adalah putra-putri terbaik yang sebelumnya dinyatakan lolos tahap awal seleksi berupa pemantauan, psikotes, dan wawancara. Kini, mereka menghadapi verifikasi ketat dari tim pusat untuk memperebutkan kesempatan menjadi anggota Paskibraka tingkat nasional.
Adapun tujuh siswa asal Kota Kupang yang lolos Paskibraka Provinsi NTT yakni:
- Atanasius Meyllana Frans Yogar – SMAK Giovanni Kupang
- Damian De Veuster S. Tarobali – SMAK Giovanni Kupang
- Laksmawati Stefana Putri Bano – SMAK Giovanni Kupang
- Priscylia Isabela Jo Mandri – SMAK Giovanni Kupang
- Eighteen Jeanette Hekboy – SMA Negeri 1 Kupang
- Ovir Letesia Mangi – SMA Negeri 8 Kupang
- Jason Melkianus Abraham Bere – SMA Dian Harapan Kupang
Dominasi SMAK Giovanni Kota Kupang menjadi sorotan tersendiri setelah empat siswanya sekaligus berhasil lolos ke tingkat provinsi. Prestasi ini menunjukkan persaingan seleksi Paskibraka tahun 2026 berlangsung sangat ketat dan kompetitif.
Dalam surat undangan tertanggal 6 Mei 2026 yang ditandatangani Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi NTT, Noldy Hosea Pellokila, disebutkan bahwa proses verifikasi tingkat pusat dilakukan langsung oleh Tim Verifikasi dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia (BPIP RI).
BPIP bersama Badan Kesbangpol Provinsi NTT menyelenggarakan kegiatan Seleksi dan Verifikasi Calon Paskibraka Tingkat Provinsi dan Pusat Tahun 2026 di Kota Kupang sebagai bagian dari penjaringan calon pengibar bendera terbaik dari NTT.
Dalam surat tersebut juga ditegaskan bahwa pemerintah kabupaten/kota dan pihak sekolah diminta memberikan dukungan penuh kepada para calon Paskibraka, termasuk memfasilitasi keberangkatan dan kebutuhan selama proses seleksi berlangsung.
Menariknya, seluruh biaya keberangkatan peserta dari daerah menuju lokasi kegiatan menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten/kota serta sekolah masing-masing.
Seleksi ini menjadi penentu siapa saja yang nantinya akan mewakili NTT di tingkat nasional dan berdiri gagah di bawah Sang Merah Putih pada peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026. (cipar/cipar)































