Musrembang Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Selasa 20 Maret 2018.

sergap.id, KUPANG – Wakil Walikota Kupang, Hermanus Man, mengatakan, Pemkot Kupang akan konsisten membangun Kota Kupang mulai dari pinggir atau mulai dari kecamatan yang berbatasan dengan Kabupaten Kupang.

Pernyataan tersebut disampaikan Hermanus saat membuka kegiatan Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan (Musrembang) Kecamatan Maulafa di Kantor Camat Maulafa, Selasa (20/3/18).

“Maulafa merupakan daerah perbatasan dengan Kabupaten Kupang, dan jika kita mengikuti tren pembangunan nasional yang memulai pembangunan dari pinggir, maka tentu akan ada kesamaan ide dan filosofi sesuai nawacita. Kita akan membangun dari pinggir kota, dan Maulafa merupakan kecamatan yang harus terlebih dahulu dibangun,” ujarnya.

Walau begitu, kata Hermanus, usulan Musrembang Kecamatan akan diseleksi dan di cocokan dengan komitmen politis antara Pemkot dan DPRD Kota Kupang.

“Dari aspek komitmen, sejauh ini belum ada persoalan, baik pemerintah maupun DPRD yang telah menjaring usulan (rakyat) melalui kegiatan reses,” tegasnya.

Apa yang mau dibangun dari pinggir? “Yang menjadi prioritas adalah infrastruktur. Sebab sebagian besar usulan masyarakat, baik saat Musrenbang maupun reses DPRD adalah Infrastruktur. Kita akan fokus itu,” ucap Hermanus.

Musrembang Maulafa yang dihadiri Sekda Kota Kupang Bernadus Benu dan sejumlah pimpinan OPD Kota Kupang tersebut menghasilkan 852 usulan pembangunan.

“Salah satu poin penting yang harus menjadi sentral dalam Musrembang adalah manusia. Dari usulan ini, saya yakin pusat orientasinya adalah manusia. Kalau tidak, maka yakin, mungkin semuanya akan dicoret,” kata Hermanus.

Hermanus menjelaskan, sebanyak 70 persen tanah warga di Maulafa, kini telah menjadi kawasan pemukiman. Sementara 30 persen lainnya masih dimanfaatkan untuk pertanian. Walau begitu, kuota 30 persen itu menjadi lahan pertanian terbesar yang ada di Kota Kupang.

“Program-program yang bersentuhan dengan pertanian dan peternakan untuk ketahanan pangan itu harus disalurkan ke Kecamatan Maulafa,” pintanya.

Pada kesempatan yang sama, Hermanus meminta warga Maulafa untuk membangun sumur resapan guna mengatasi kelangkaan air bersih yang sering melanda Kota Kupang.

“Paling tidak 5 persen dari rumah itu harus di buat daerah yang bebas diresapi air. Sumur resapan ini penting kalau kita ingin dapat air yang banyak,” jelasnya.

Para Lurah se Kecamatan Maulafa dan pimpinan OPD Kota Kupang saat mengikuti Musrembang di Kantor Camat Maulafa, Selasa 20 Maret 2018.

Sementara itu, Camat Malafa, Lodwyk Djungu Lape, menjelaskan, Musrembang Maulafa merupakan tindak lanjut dari Musrembang yang telah dilaksanakan di 9 Kelurahan di Maulafa.

“Berdasarkan Musrembang itu telah terjaring berbagai aspirasi kebutuhan masyarakat yang telah dirumuskan dalam usaha skala prioritas sebanyak 825 usulan. Sifatnya mendesak untuk disinergikan dengan program-program yang ada pada OPD (Organisasi Perangkat Daerah) untuk selanjutnya di bahas dalam Musrembang tingkat Kota Kupang,” tutur Lodwyk. (adv/adv)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.